Tugas Keempat Psikologi Manajemen

I. Empowerment, Stres & Konflik

A. Empowerment

Empowerment adalah tindakan yang memberikan seorang individu atau tim hak dan fleksibilitas untuk membuat keputusan dalam membuat keputusan. Menurut Agung (2004), Empowerment  meupakan sesuatu yang baik dan harus dilakukan, terutama jika dibutuhkan.

Menurut Gunawan (2006), Empowerment adalah suatu pengalaman pribadi yang kita alami karena pikiran pikiran bawah sadar berhasil mencapai goal dan kemudian pengalaman ini naik ke level pikiran sadar dalam bentuk perasaan ”in control” terhadap hidup kita.

B. Stres

Stress merupakan salah satu kondisi psikis yang dapat diderita oleh setiap orang. Menurut Robbins&Judge (1998), Stres merupakan sebuah kondisi dinamis dimana seorang individu dihadapkan pada suatu peluang, tuntutan, atau sumber daya yang terkait dengan apa yang dihasratkan individu tersebut dan yang hasilnya dipandang tidak pasti dan penting

Menurut Handoko (dalam Umar, 2005), Stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang.

Sumber Stress

Menurut Maramis (1999) (dalam Sunaryo, 2004) ada empat sumber atau penyebab stres psikologis :

  • Frustasi

Timbul akibat kegagalan dalam mencapai tujuan karena ada aral melintang

  • Konflik

Timbul karena tidak bisa memilih antara dua atau lebih macam keinginan, kebutuhan, atau tujuan.

  • Tekanan

Timbul sebagai akibat tekanan hidup sehari-hari

  • Krisis

Krisis merupakan keadaan yang mendadak, yang menimbulkan stres pada individu

Keadaan stres dapat terjadi beberapa penyebab sekaligus, misalnya frustasi, konflik dan tekanan

C. Konflik

Konflik adalah situasi dimana tindakan salah satu pihak berakibat menghalangi, menghambat atau mengganggu tindakan pihak lain (Johnson, 1981)

Menurut Robbins&Judge (1998), Konflik adalah sebuah proses yang dimulai ketika satu pihak memiliki persepsi bahwa pihak lain telah memengaruhi secara negatif, atau akan memengaruhi secara negatif, sesuatu yang menjadi perhatian dan kepentingan pihak pertama.

Menurut Soerjono Soekanto, Konflik adalah suatu proses sosial ketika orang perorangan atau kelompok manusia berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan yang disertai ancaman dan atau kekerasan.

Jenis-jenis Konflik

  • Konflik Diri

Merupakan gangguan emosi yang terjadi dalam diri seseorang karena dituntut menyelesaikan suatu pekerjaan atau memenuhi suatu harapan, sementara pengalaman, minat, tujuan, dan tata nilainya tidak sanggup untuk memenuhinya.

  • Konflik Antar Individu

Merupakan konflik antara dua individu

Proses-proses Konflik

Proses konflik terdiri atas lima tahapan yaitu:

  1. Potensi pertentangan atau ketidakselarasan

Munculnya kondisi-kondisi yang menciptakan peluang bagi konflik. Terdiri dari tiga kategori yaitu: Komunikasi,  struktur, dan variabel-variabel pribadi

  1. Kognisi dan Personalisasi

Lanjutan dari tahap pertama sehingga muncul konflik yang dipersepsi dan konflik yang disesuaikan

  1. Maksud

Mengintervensi antara persepsi dan emosi orang dan perilaku luaran dan keputusan untuk bertindak apakah dengan cara bersaing,bekerja sama, menghindar, akomodatif, atau kompromis.

  1. Perilaku

Tahapan ini meliputi pernyataan, aksi dan reaks yang dibuat oleh pihak yang berkonflik. Biasanya merupakan upaya kasat mata untuk mengoperasikan maksud dari masing-masing pihak.

  1. Akibat

Merupakan jalinan aksi antara pihak yang berkonflik menghasilkan konsekuensi yang bersifat fungsional dalam arti konflik tersebut menghasilkan perbaikan kinerja kelompok atau bisa juga berarti bersifat disfungsional karena menghambat kinerja kelompok

D. Kasus yang berkaitan dengan stres dan konflik

tanggal 24 Feb 2010, terlihat seorang wakil pembicara dan karyawan yang berkumpul di luar pabrik Foxconn di Shenzhen, Provinsi Guangdong Cina selatan. “Perusahaan hanya mementingkan kepentingan bisnisnya dengan memeras tenaga karyawan, sementara upah pekerjanya sendiri masih sangat rendah, ironisnya karyawan tidak berdaya akan kebijakan ini”. Pemogokan di Perusahaan Honda Motor dan serentetan bunuh diri karyawan di Foxconn Technology (produsen raksasa elektronik untuk industri seperti Apple, Dell dan Hewlett-Packard) membuat Pemerintah Cina harus melakukan pertemuan dengan perwakilan Management Perusahaan.

Seorang Insinyur berumur 28 tahun yang bekerja untuk Foxconn (pembuat iPhone, iPads dan gadget elektronik lainnya termasuk Apple Inc) meninggal dunia “kematiannya mendadak” di rumahnya di dekat pabrik Foxconn Shenzhen di provinsi Guangdong China selatan. Penyebab kematian sedang diselidiki dan “kita sedang mengumpulkan informasi-informasi pendukung penyebab kematian insinyur ini termasuk keterkaitannya dengan pekerjaan,” kata salah satu perwakilan management perusahaan.

Surat kabar Ming Pao di Hong Kong, melaporkan bahwa salah satu kerabat dekat Insinyur mengklaim kematian rekan kerjanya itu dikarenakan “stres kerja”, setelah bekerja 34 jam tanpa istirahat. Dampak dari laporan surat kabar yang terbit langsung direspon positif oleh Perusahaan dengan mengumumkan pemberian 30 persen bonus pada karyawannya untuk meningkatkan dan membantu terciptanya lingkungan kerja yang lebih baik selain itu kerja lembur karyawan akan dikurangi sehingga bisa lebih banyak waktu untuk beristirahat. Aktivis ketenagakerjaan menuduh perusahaan memiliki gaya manajemen yang kaku, dan karyawannya dipaksakan untuk bekerja terlalu keras, namun Foxconn menyangkal tuduhan ini.

Dalam setahun ini di Perusahaan Foxconn “Sepuluh pekerjanya telah bunuh diri dan tiga lainnya melakukan percobaan bunuh diri, rata-rata mereka tewas karena terjun dari atas bangunan.

Perwakilan Foxconn Terry Gou berjanji untuk berusaha mencari jalan keluar agar kejadian bunuh diri maupun percobaan yang dilakukan karyawan tidak terjadi lagi kedepannya. Pantes aja di Batam banyak perusahaan yang gulung tikar dan pindah ke Cina, ternyata ini alasannya. Menekan cost dengan mencari tenaga yang lebih murah dan itu adanya cuma di Cina. Dasar perusahaan PELIT, mau kaya tapi tidak mau keluar duit lebih. Nasib…nasib jadi Buruh Kerja.

Solusi: Dari contoh kasus diatas sebaiknya perusahaan tersebut tidak langsung PHK  karyawannya mungkin masih bisa mempertimbangkan kinerja dari karyawan-karyawan atau bisa juga merekomendasikan buruh kerja ke perusahaan lain sehingga tidak timbul kasus bunuh diri ini

Sumber kasus: http://fannijuliyani.blogspot.co.id/2015/01/kasus-stress-kerja-menyebabkan-kematian.html?m=1

 

 

II. Komunikasi dalam Manajemen

A. Komunikasi

Menurut Laswell, Komunikasi adalah proses yang menggambarkan siapa mengatakan apa dengan cara apa, kepada siapa dengan efek apa. Menurut Delton E, Mc Farland, Komunikasi adalah suatu proses interaksi yang mempunyai  antara sesama manusia. Sedangkan menurut Edwin Emery, Komunikasi adalah seni menyampaikan informasi, ide dan sikap seseorang kepada orang lain (dalam Suprapto, 2009)

B. Proses Komunikasi

Langkah-langkah dalam proses komunikasi :

  • Langkah pertama, ide/ gagasan diciptakan oleh narasumber/ komunikator
  • Langkah kedua, ide yang diciptakan tersebut kemudian dialihbentukan menjadi lambang komunikasi yang mempunyai makna dan dapat dikirimkan
  • Langkah ketiga, pesan yang tela di-encoding tersebut selamjutnya dikirimkan melalui saluran/media yang sesuai dengan karakteristik lambang komunikasi ditujukan kepada komunikan
  • Langkah keempat, penerima menafsirkan isi pesan sesuai dengan persepsinya untuk mengartikan maksud pesan tersebut
  • Langkah kelima, apabila pesan tersebut telah berhasil di-decoding­, khalayak akan mengirim kembali pesan terssebut ke komunikator

C. Hambatan Komunikasi

Menurut Robbins (2003), ada empat hambatan komunikasi yang akan memengaruhi kualitas komunikasi (dalam Sukoco, 2007) :

  • Perbedaan bahasa dan persepsi
  • Gangguan komunikasi

Menurut Locker (2000), ada dua gangguan dalam komunikasi antara lain: gangguan emosional dan gangguan fisik

  • Overload informasi
  • Penyaringan yang tidak tepat

D. Komunikasi Interpersonal Efektif dalam Komunikasi

Menurut Suprapto (2009), Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian informasi, ide, dan sikap dari seseorang kepada orang lain.

Menurut Wiryanto (2004), Komunikasi interpesonal pada hakikatnya komunikasi  interpersonal adalah komunikasi antara komunikator dan komunikan ini berarti terjadi arus balik secara langsung. Komunikasi ini paling efektif mengubah sikap atau pendapat, atau perilaku seseorang.

Menurut Kumar (2000) efektivitas komunikasi interpersonal mempunyai lima ciri (dalam Wiryanto, 2004) yaitu:

  • Keterbukaan
  • Empati
  • Dukungan
  • Rasa positif
  • Kesetaraan

E. Model Pengolahan Informasi dalam Komunikasi

Model pengolahan informasi menitikberatkan pada cara memperkuat suatu dorongan yang datang dari dalam diri individu untuk memahami dunia dengan cara menggali dan mengorganisasikan data, merasakan adanya masalah dan mengupayakan solusinya, serta mengembangkan bahasa. Model pengolahan informasi dalam komunikasi berorientasi pada proses kognitif, pemahaman, pemecahan masalah, dan berpikir induktif.

F. Model Interaktif Manajemen dalam Komunikasi

Model interaktif manajemen dalam komunikasi mencakup:

  • Confidence

Kenyamanan membuat suatu organisasi bertahan lama dan menimbulkan kepercayaan

  • Immediacy

Merupakan yang membuat suatu organisasi menjadi tidak membosankan dan fresh

  • Interaction management

Adanya berbagai interaksi dalam manajemen kepada berbagai pihak

  • Expressiveness

Mengembangkan komitmen dalam organisasi dengan berbagai ekspresi perlaku

  • Other-orientation

 

Sumber:

Pearce II, J.A,& Robinson,Jr, RB. Manajemen Strategis Edisi 10. 2008. Jakarta:

Salemba Empat

Judge, T.A,& Robbins, S.P. Perilaku Organisasi Edisi 12. 2007. Jakarta: Salemba Empat

Drs.Sunaryo. Psikologi Untuk Keperawatan. 2004. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Agung, Yuliana. 101 Konsultasi Praktis Pemasaran 1. 2004. Jakarta: Elex Media Komputindo

Gunawan, A.W. Kesalahan Fatal dalam Mengejar Impian. 2006. Jakarta: PT. Gramedia

Umar, H. Riset Sumber Daya Manusia. 2005. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Pickering, P. Kiat Menangani Konflik. 2006. Jakarta: Erlangga

Suprapto, T. Pengantar Teori dan Manajemen. 2009. Yogyakarta: Media Pressindo

Sukoco, B.M. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. 2007. Jakarta: Erlangga

http://fannijuliyani.blogspot.co.id/2015/01/kasus-stress-kerja-menyebabkan-kematian.html?m=1

 

Iklan

Tugas Ketiga Psikologi Manajemen

A.Controlling Fungsi Manajemen

  1. Definisi

Menurut Azizy (2007) Controlling merupakan bagian dari kerja manajemen dalam suatu organisai atau instansi. Menurut Kusumawanta (2009) Controlling merupakan tugas pengawasan dari seseorang manajemen leader untuk menaksir dan mengatur kerja agar pencapaian tujuan kerja dapat berkembang dan tercapai.

Menurut Robert J.Mockler Controlling (pengawasan) yaitu usaha sistematik menetapkan standar pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan baik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumber daya yang dimiliki telah dipergunakan dengan efektif dan efisien. Pengawasan dapat juga disebut sebagai evaluating, appraising, atau correcting. Langkah awal suatu pengawasan sebenarnya adalah perencanaan dan penetapan tujuan berdasarkan pada standar atau sasaran.

2. Langkah-Langkah Controlling

  • Penetapan Standar

Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan.

  • Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan

Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan kegiatan yang dilakukan secara tepat.

  • Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan

Berupa proses yang berulang dan continue, yang berupa atas pengamatan, laporan, metode, pengujian dan sampel.

  • Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan

Digunakan untuk mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa  terjadi demikian, juga digunakan sebagai alat pengambil keputusan bagi manajer.

  • Pengambilan Tindakan Koreksi

Bila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.

3. Tipe-Tipe Controlling

  • Feedforward Control Steering Controls ( Pengawasan Pendahuluan)

Dirancang untuk mengantisipasi penyimpangan standar yang memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatan selesai

  • Concurrent Control (Pengawasan Konkruen)

Pengawasan dimana suatu aspek dari prosedur harus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum kegiatan dilakukan untuk menjamin pelaksanaan kegiatan.

  • Feedback Control (Pengawasan Umpan-Balik)

Mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan guna mengukur penyimpangan yang mungkin terjadi dengan standar.

  1. Membuat Strategi Controlling Sebuah Organisasi

Pertama membuat rancangan yang mendetail sehingga di dalamnya dapat memberi ruang yang inovatif dan berkembang, serta mematikan keadaptifan sebuah organisasi dalam menghadapi perubahan yang akan dihadapi saat implementasi berhalangan. Dan menetapkan standar untuk mengukur prestasi kerja. Selanjutnya membandingkan apakah prestasi kerja sudah sesuai dengan standar yang telah direncanakan. Tahap terakhir adalah melakukan koreksi  serta perbaikan.

B.Kekuasaan dan Pengaruh

  1. Definisi Kekuasaan

Menurut Robbins dan Judge (1998) Kekuasaan merupakan suatu kemampuan atau potensi yang mengacu pada kemampuan yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi orang lain sehingga bertindak sesuai dengan keinginan. Sedangkan menurut Seokanto (2010) kekuasaan adalah setiap kemampuan untuk memengaruhi pihak lain.

Biasanya kekuasaan seseorang dalam organisasi karena diberikan kewenangan oleh setiap anggota organisasi tersebut guna untuk menyelesaikan masalah dan berinteraksi sosial.

2. Sumber-Sumber Kekuasaan

Sumber kekuasaan terbagi menjadi tiga macam, yaitu :

a.Kekuasaan yang Bersumber pada Kedudukan

menurut French & Raven (1959) kekuasaan ini terbagi lagi kedalam beberapa jenis :

  • Formal atau legal
  • Kendali atas sumber dan ganjaran
  • Kendali atas hukuman
  • Kendali atas informasi
  • Kendali ekologik (lingkungan)

b.Kekuasaan yang Bersumber pada Kepribadian

kekuasaan ini biasanya berawal dari sifat pribadi individu, seperti

  • Keahlian atau keterampilan
  • Persahabatan atau kesetiaan
  • Sifat yang mudah bergaul
  • Kewibawaan pribadi

c.Kekuasaan yang Bersumber pada Politik

Kekuasaan ini terbagi menjadi empat, yaitu :

  • Kendali atas proses pembuatan keputusan (Preffer & Salanic, 1974)
  • Koalisi (Stevenson, Pearce & Porter, 1985)
  • Partisipasi (Preffer, 1981)
  1. Definisi Pengaruh

Menurut Laswell dan kaplan Pengaruh merupakan proses ancaman jika tidak mematuhi kebijakan yang ada. Definisi lain dari Norman Barry Pengaruh merupakan suatu tipe kekuasaan yang dipengaruhi agar bertindak dengan cara tertentu sekalipun ancaman sanksi yang terbuka tidak merupakan motivasi yang mendorongnya. (dalam Budiarjo, 2008: 66,67)

Sedangkan menurut seorang ahli ilmu politik Belanda, Uwe Becker (1991) Pengaruh adalah kemampuan yang terus berkembang dan tidak begitu terkait dengan usaha memperjuangkan dan memaksakan kepentingan. (dalam Budiarjo, 2008: 66)

  1. Pengaruh Taktik dalam Organisasi

Pengaruh taktik dalam sebuah organisasi terbagi menjadi sembilan bagian, yaitu:

a.Legitimasi

Mengendalikan kewenangan seseorang bahwa sebuah permintaan berbanding lurus dengan kebijakan atau ketentuan dalam sebuah organisasi.

b.Persuasi Rasional

Menyajikan argumen yang logis dan berbagai bukti yang faktual guna memperlihatkan bahwa permintaan itu hal yang masuk akal.

c.Seruan Inspirasional

Mengembangkan komitmen emosional dengan cara menyerukan nilai-nilai, kebutuhan, harapan dan aspirasi sebuah sasaran.

d.Konsultasi

meningkatkan motivasi serta dukungan dari pihak sasaran dengan cara melibatkannya untuk memutuskan atau merubah rencana yang direncanakan.

e.Tukar Pendapat

Memberikan imbalan kepada sasaran berupa uang atau penghargaan yang lain sebagai ganti karena telah menaati permintaan.

f.Seruan Pribadi

meminta kepatuhan berdasarkan persahabatan dan kesetiaan.

g.Menyenangkan Orang lain

Menggunakan rayuan, pujian atau perilaku yang bersahabat sebelum membuat permintaan.

h.Tekanan

Menggunakan peringatan, tuntutan yang tegas, serta ancaman.

i.Koalisi

Meminta bantuan orang lain untuk membujuk sasaran atau dalam bentuk dukungan dengan alasan agar si sasaran menyetujui

  1. Kasus Tentang Kekuasaan dan Pengaruh pada Sebuah Organisai “Peneliti UI Minta Masa Jabatan Mahkamah Konstitusi Seumur Hidup”

Jakarta – Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar sidang permohonan peneliti Center Of Strategic Studies University Of Indonesia (CSS-UI)/Pusat Kajian Masalah Strategis Universitas Indonesia, Tjiep Ismail terkait uji materi masa jabatan hakim konstitusi dengan hakim agung.Selaku pemohon, Tjiep bersama kawan-kawan melihat pasal 22 UU Nomor 8 Tahun 2011 tentang Mahkamah Konstitusi (MK) bersifat diskriminatif dan berpotensi membatasi MK untuk menyelenggarakan peradilan guna penegakkan hukum dan keadilan. Pihaknya juga mengharapkan MK menyatakan ketentuan UU MK bententangan dengan UUD 1945.

“Lho kok di dalam UU 1945 menyatakan peradilan itu masalah UU kehakiman dilaksanakan MA dengan di bawahnya dan MK.tetapi ketika dalam pelaksanaan kok tidak sama UU-nya antara MA dan MK,” ujar Tjiep dalam persidangan di MK di Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016)

Menurutnya jabatan hakim agung itu 5 tahun, sedangkan hakim konstitusi khususnya ketua hanya 2,5 tahun. Hal itu diatur dalam pasal 4 ayat 3 UU MK. “Itu artinya nggak sama dan nggak sesuai UUD 1945 sehingga tidak menimbulkan kepastian apalagi hukum dan akan menimbulkan like and dislike. Apalagi hakim konstitusi sekarang ini dipilih olerh DPR, bisa saja untuk kepentingan politik tidak dipilih lagi,” ujar Tjiep

Tjiep mengatakan setidaknya untuk jabtan hakim konstitusi sama seperti MA. Namun begitu pihaknya mengusulkan jabatan hakim konstitusi seumur hidup. “Bukan periodik, sehingga tidak dipolitisi oleh legislatif. Kalau kami mengusulkan usia tidak punya kemampuan,” paparnya.

Permohonan mengahadirkan kehadiran ahli prof. Bagir Manan. Menurut Bagir, MK adalah suatu alat perlengkapan negara sebagai pemegang kekuasaan kehakiman seperti MA dan badan peradilan tingkat lebih rendah. “Salah satu wujud kekuasaan kehakiman yang merdeka adalah jaminan perlindungan atas kebebasan hakim. Tidak akan ada gunanya mentakan kekuasaan kehakiman adalah kekuasaan yang merdeka tanpa disertai kebebasan hakim,” ujar Bagir.

Bagir mempertanyakan bagaiman hukum mengatur, praktik menjamin dan melindungi kebebasan hakim. Sedangkan dalam beberapa literatur kebebasan hakim diartikan sebagai pengaruh dalam pemutus perkara. “Tidak kalah pentingnya adalah pengaruh tidak langsung seperti ke khawatiran kehilangan pendapatan, ke khawatiran diberhentikan atau tidak diangkat atau tidak dipilih lagi. Ke khawatiran ini bukan hanya memengaruhi imparsialitas hakim, tak kalah pentingnya berpengaruh terhadap jaminan konsistensi dalam memutus perkara,” ucap Bagir yang menjadi Ketua MA 2003-2009 itu.

Sebelumnya Center For Strategic Studies University Of Indonrsia (CSS-UI) menggugat masa pensiun hakim pajak yang harus purna tugas pada usia 65 tahun. Oleh MK permohonn itu dikabulkan dna mengubah masa pensiun hakim pajak menjadi 67 tahun.

Saran : yang terdapat pada UUD biasanya telah disesuaikan dengan keadaan atau kebutuhan atau kemampuan. Jadi jangan mempermasalahkan sesuatu yang sudah ditetapkan, meskipun diri kita merasa tidak adil atau merasa dibedakan tapi apabila kita menjalankan dengan benar sepertinya akan berjalan dengan baik. Jangan merasa diperlakukan dengan tidak adil, namun jalani saja yang sudah ditetapkan apabila suatu hari masalah yang sama datang setidaknya kita sudah berusaha dengan sebaik mungkin. Masalah terpilih lagi atau tidaknya akan dipertimbangkan oleh pihak sana karena kinerja kita yang cukup baik.

 

sumber:

Budiarjo, M. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Pangarso, A. (2016). Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Deepublish

Robbins, S., P. & Judge, T.,A. (2007). Perilaku Otganisasi. Jakarta: Edward Tanujaya

Sarwono S., W. (2005). Psikologi Sosial. Jakarta: Balai Pustaka

http:// m. detik.com/news/berita/3334625/peneliti-ui-ini-minta-masa-jabatan-hakim-konstitusi-seumur-hidup

http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/pengantar_manajemen_umum/Bab_7.pdf

Tugas 2 Psikologi Manajemen

A.Pengorganisasian Struktur Manajemen

a. Pengertian Struktur Organisasi

Menurut Ernie Tisnawati dan Kurniawan Saefullah struktur organisasi merupakan desain organisasi dimana manajer melakukan alokasi sumber daya organisasi, terutama yang terkait dengan pembagian kerja dan sumber daya yang dimiliki organisasi, serta bagaimana keseluruhan kerja tersebut dapat dikoordinasikan dan dikomunikasikan. Menurut Stonner & Wankell (1986:243) struktur organisasi adalah susunan dan hubungan antar bagian komponen dan posisi dalam suatu perkumpulan (organizational structure can defined as the arrangement and interrelationship of the component parts and positions of a company).

Menurut David Wilson & Robert Rosenfeld (1990:215) Struktur organisasi adalah pola hubungan yang diciptakan diantara komponen-komponenbagian dari sebuha organisasi yang menggambarkan pola komunikasi, pengendalian dan wewenang. Sedangkan menurut Gareth Jones dan Jennifer George (2003:289) mengartikan struktur organisasi sebagai sistem tugas-tugas yang formal dan hubungan pelaporan jabatan yang menentukan bagaimana para karyawan menggunakan sumber daya untuk mencapai tujuan organisasi.

b. Fungsi dari Manajemen

Fungsi manajemen menurut Nickles, Mc Hugh and Mc Hugh (1997) terdiri dari empat fungsi:

  1. Perencanaan atau Planning

Merupakan penentuan strategi dan taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisasi

(empat) tingkat kemampuan dasar dalam kegiatan perencanaan:

  • Insight: kemampuan untuk menghimpun fakta dengan jalan mengadakan penyelidikan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah yang direncanakan.
  • Forsight: kemampuan untuk memproyeksikan atau menggambarkan jalan atau cara-cara yang akan ditempuh, memperkirakan keadaan-keadaan yang mungkin timbul sebagai akibat dari kegiatan yang dilakukan.
  • Studi eksploratif: kemampuan untuk melihat segala sesuau secara keseluruhan, sehingga diperoleh gambaran secara integral dari kondisi yang ada.
  • Doorsight: kemampuan untuk mengetahui segala cara yang dapat menyamarkan pandangan, sehingga memungkinkan untuk dapat mengambil keputusan.

Planning jangka panjang memiliki 2 karakteristik utama, yaitu:

  • Tujuan dan sasaran: merupakan dasar bagi strategi perusahaan
  • Peramalan (forecasting) jangka panjang: langkah awal sebelum membuat perencanaan

2.  Pengorganisasian atau Organizing

Merupakan suatu tindakan atau kegiatan menggabungkan seluruh potensi yang ada dari seluruh bagian dalam suatu kelompok orang atau badan atau organisasi untuk bekerja secara bersama-sama guna mencapai tujuan yang telah ditentukan bersama, baik untuk tujuan pribadi atau tujuan kelompok dan organisasi. Untuk memastikan semua pihak dalam organisasi dapat bekerja secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan organisasi

3. Pelaksanaan atau penerapan (Actuating)

Merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan

4.  Pengendalian dan Pengawasan atau controlling

Merupakan proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan

c. Manfaat struktur fungsional dan divisional

  1. Struktur Fungsional, yaitu struktur organisasi yang terdiri dari orang-orang dengan keterampilan yang sama dan melakukan tugas-tugas serupa yang kemuadian dikelompokkan bersama menjadi beberapa unit kerja. Anggota-anggotanya bekerja di bidang fungsional sesuai dengan keahlian mereka. Jenis struktur organisasi seperti ini tidak terbatas pada bisnis saja. Jenis struktur seperti ini juga dapat bekerja dengan baik untuk organisasi kecil yang memproduksi beberapa produk atau jasa.Struktur Fungisional jenis struktur organisasi ini mengelompokkan orang berdasarkan fungsi yang mereka lakukan dalam kehidupan profesional atau menurut fungsi yang dilakukan dalam organisasi. Bagan organisasi untuk organisasi berbasis fungsional terdiri dari Vice President, Sales department, Customer Service Department, Engineering atau departemen produksi, departemen Akunting dan Administratif.

Contoh perusahaan yang menggunakan struktur fungsional, yaitu: PT Jasa Putra Indonesia, perusahaan ini bergerak dalam bidang jasa yaitu asuransi jiwa.Yang mana perusahaan ini didirikan dan menggunakan struktur organisasi fungsional, Sehingga perusahaan ini sudah sangat tersusun dengan rapi pembagian tugasnya, yang mempermudah dalam mengontrol pekerjaan para bawahan.

  1. Struktur Divisional, stuktur organisasi yang dikelompokkan berdasarkan pada produk yang sama, proses yang sama, kelompok orang yang melayani pelanggan yang sama, dan atau berlokasi di daerah yang sama di suatu wilayah geografis. Secara umum dalam struktur organisasi seperti ini biasanya bersifat kompleks, dan menghindari masalah yang terkait dengan struktur fungsional.

Struktur Divisional. Ini adalah jenis struktur yang berdasarkan divisi yang berbeda dalam organisasi. Struktur-struktur ini dibagi ke dalam:

  1. Struktur produk – struktur sebuah produk berdasarkan pada pengelolaan karyawan dan kerja yang berdasarkan jenis produk yang berbeda. Jika perusahaan memproduksi tiga jenis produk yang berbeda, mereka akan memiliki tiga divisi yang berbeda untuk produk tersebut .
  2. Struktur pasar – struktur pasar digunakan untuk mengelompokkan karyawan berdasarkan pasar tertentu yang dituju oleh perusahaan. Sebuah perusahaan bisa memiliki 3 pangsa pasar yang digunakan dan berdasarkan struktur ini, maka akan membedakan divisi dalam struktur.
  3. Struktur geografis – organisasi besar memiliki kantor di tempat yang berbeda, misalnya ada zona utara, zona selatan, barat, dan timur. Struktur organisasi mengikuti struktur zona wilayah

Jika korporasi diorganisir berbasis divisi, akan memerlukan lapisan manajemen ekstra (kepala divisi) antara manajemen puncak dan para manajer fungsional. Fungsi baku kemudian didesain sekitar produk, pelanggan atau teritori. Inovasi akhir-akhir ini mengenai ini adalah digunakannya SBUs atau Strategic Business Units. Kelompok-kelompok organisasi yang terdiri dari segmen produk-pasar yang terpisah dan independen diidentifikasi dan diberikan tanggung jawab besar dan otoritas untuk mengelola wilayah fungsinya.

Contoh perusahaan yang menggunakan struktur divisional, yaitu: Wal-Mart Stores, Inc , yang merupakan perusahaan Amerika Serikat yang mengoperasikan jaringan department store. Menurut Fortune Global 500 2008, Wal-Mart adalah perusahaan publik terbesar di dunia berdasarkan pendapatan. Perusahaan ini menggunakan struktur divisional dimana ketika mengembangkan berbagai produk baru dalam industri dan pasar yang berbeda, biasanya perusahaan mengubah strukturnya menjadi struktur organisasi yang terdiri dari beberapa divisi. Tiap-tiap divisi dapat beroperasi sendiri-sendiri dibawah pengarahan seorang manajer divisi yang bertanggungjawab langsung kepada CEO. Dalam struktur organisasi divisional, manajer divisi dapat mengembangkan strategi untuk masing-masing divisinya dan mungkin saja mereka menghadapi persaingan yang berbeda dengan divisi lainnya sehingga strategi yang ditempuh mungkin juga berbeda dengan divisi lainnya.

d. Kerugian struktur fungsional dan divisional

Kerugian Struktur Fungisional

  1. Respon organisasi terhadap perubahan kondisi lingkungan lambat
  2. Koordinasi antar bagian atau fungsi tidak terlalu baik
  3. Inovasi terbatas
  4. Pandangan terhadap sasaran agak terbatas, anggota organisasi cenderung hanya memperhatikan
  5. Sulit untuk menentukan mana yang harus bertanggungjawab
  6. Sulit untuk menilai prestasi kerja
  7. Mengandung potensi yang kuat untuk terjadinya konflik antar fungsi

Kerugian struktur organisasi divisional antara lain:

  1. Mengakibatkan turunnya komunikasi antara spesialisasi funsional
  2. Sangat potensial untuk menimbulkan persaingan antar divisi
  3. Pendelegasian yang besar dapat menimbulkan masalah
  1. Kasus Tentang Organisasi
  1. Surya Makmur sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture. Perusahaan sudah berdiri sejak 1980, dan memiliki karyawan sebanyak 400 orang. Produk perusahaan sudah terjual ke seluruh propinsi di Indonesia, bahkan telah di pasarkan ke mancanegara.

Penjualan dan pemasaran produk furniture perusahaan semakin meningkat telah menyebabkan perusahaan harus memikirkan untuk membuka kantor cabang pemasaran di luar negeri. Seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Kondisi ini telah menyebabkan aktivitas perusahaan menjadi jauh lebih kompleks.

Permasalahan timbul, apakah perusahaan harus mengubah konsep manajemen organisasi domestik ke konsep manajemen global. Jika dirasa perlu apa dampak positif dan negatif yang akan di tanggung oleh pihak manajemen perusahaan.

Saran : Lebih baik PT. Surya Makmur mengubah konsep manajemen domestik ke konsep manajemen global, namun tetap memasukkan beberapa poin dari konsep manajemen domestik agar lebih fleksibel dampak positif jika mengubah konsep adalah Sesuai dengan lingkungan yang stabil, menunjang pengembangan keahlian, memberi kesempatan bagi para spesialis, memerlukan koordinasi internal minimum, memerlukan keterampilan antar pribadi. Dan dampak negatif dari mengubah konsep adalah pada organisasi besar, respon lebih lambat diterima, Kurang inovatif, memiliki perspektif yang sempit, menyebabkan terjadinya penyumbatan karena pelaksanaan tugas dilakukan secara sekuensial, dapat menimbulkan konflik tentang prioritas produk, tidak menunjang berkembangnya menejerial umum, mengaburkan tanggung jawab atas tugas keseluruhan.

B.Actuating dalam Manajemen

a. Pengertian Actuating dalam Manajemem

Actuating merupakan implementasi dari perencanaan dan pengorganisasian, dimana seluruh komponen yang berada dalam satu sistem dan satu organisasi tersebut bekerja secara bersama-sama sesuai dengan bidang masing-masing untuk dapat mewujudkan tujuan.

Actuating/ Pelaksanaan merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa, hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan bersama. (Terry (1993:62))

b. Pentingnya Actuating dalam Manajemen

beberapa petunjuk untuk mencapai actuating managerial yang efisien, dalam bidang management, diantaranya:

  1. Usaha agar orang-orang merasa dirinya penting
  2. Usahakanlah untuk mengetahui perbedaan-perbedaan individu.
  3. Usahakan agar saudara menjadi pendengar yang baik.
  4. Hindarkan timbulnya perdebatan-perdebatan.
  5. Hormatilah perasaan orang lain.
  6. Gunakanlah pertanyaan/percakapan untuk mengajak orang-orang bekerja keras.
  7. Janganlah berusaha untuk mendominir.
  8. Ingatlah bahwa kebanyakan orang-orang adalah tamak.
  9. Praktekanlah management partisipatif
  10. Berikanlah perintah-perintah jelas dan lengkap.
  11. Gunakanlah instruksi-instruksi
  12. Selenggarakan pengawasan (supervisi) yang efektif

c.  Prinsip Actuating dalam Manajemen

Usaha Actuating baik normal dicari dengan jalan memperlakukan pekerja sebagai manusia dengan jalan merangsang pertumbuhan serta perkembangan mereka mengusahakan adanya keinginan untuk malampaui pihak lain. Menghargai pekerjaan yang diselesaikan dengan baik dan mengusahakan adanya unsur keadilan tanpa pilih kasih (fair play)

Ada beberapa prinsip yang dilakukan oleh pimpinan perusahaan dalam melakukan pengarahan yaitu

  1. Prinsip mengarah kepada tujuan
  2. Prinsip keharmonisai dengan tujuan
  3. Prinsip kesatuan komando

 

 

Daftar pustaka :

Siswanto, H. B. (2009). Pengantar Manajemen. Jakarta : Bumi Aksara

Sule,E. T. (2010). Pengantar Manajemen. Jakarta : Kencana

Zakiyuddin , Ais. (2013). Teori dan Praktik Manajemen. Jakarta : Mitra Wacana Media

Wijayanto, Dian. (2012). Pengantar Manajemen. Jakarta : Garuda Pustaka Utama.

http://library.usu.ac.id/download/fe/manajemen-ritha1.pdf

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Dr.%20Nahiyah%20Jaidi,%20M.Pd./Media%20Pembelajaran_Pengantar%20Manajemen.pdf

Handoko, T. H. (2009). Manajemen. Edisi 2. BPFE: Yogyakarta

Tugas Psikologi Manajemen 1

I. Psikologi Manajemen

a. Pengertian Psikologi Manajemen

Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur/ me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.

Keterkaitannya manajemen dengan psikologi:

  • Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui adanya unsur SDM ternyata sangat penting dari tiga modal kerja perusahaan manapun.
  • Ilmu psikologi yang memang berpusat pada manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang tinggi untuk produktivitas perusahaan.

b. Pengertian Manajemen

Pengertian manajemen menurut (Sulistiyani & Rosidah, 2009) :

  • George R. Terry : Manajemen adalah melakukan pencapaian tujuan organisasi yang sudah ditentukan sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain.
  • John M. Pfifner : Manajemen berhubungan dengan pengarahan orang dan tugas-tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Stoner dan Freeman : Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian upaya organisasi dan proses penggunaan lain-lain sumber daya organisasi untuk tercapainya tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Menurut Paul Hersey dan Kenneth H. Blanchard (1980:3) : Manejemen adalah seni dan ilmu daam perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemotivasian, dan pengendalian terhadap orang dan mekanisme kerja dalam mencapai tujuan.

Definisi manajemen diatas mengandung unsur-unsur elemen, yaitu:

  1. Elemen Sifat
  • Manajemen sebagai suatu seni
  • Manejemen sebagai suatu ilmu
  1. Elemen Fungsi
  • Perencanaan
  • Pengorganisasian
  • Pengarahan
  • Pemotivasian
  • Pengendalian/ pengawasan
  1. Elemen Sasaran
  • Manusia
  • Mekanisme kerja
  1. Elemen Tujuan

c. Fungsi Manajemen

  1. Perencanaan
  • Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuan strategi dan taktik yang tepat untu mewujudkan target dan tujuan organisasi.
  1. Pengorganisasian
  • Menetapkan struktur organisasi yang menunjukkan adanya garis kewenangan dan tanggung jawab serta kegiatan penempatan SDM pada posisi yang tepat.
  1. Pengarahan dan Implementasi
  • Proses implementasi itu program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
  1. Pengawasan dan Pengendalian
  • Proses yang dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan yang telah direncanakan, diorganisasikan dan diimplementasikan dapat berjalan sesuai dengan target yang diharapkan sekalipun berbagai perubahan terjdi dalam lingkungan dunia bisnis yang dihadapi.

II. Perencanaan/ Planning

a. Pengertian Perencanaan/ Planning

Proses Perencanaan (planning) merupakan langkah awal dari proses manajemen yang lainnya.

Pendapat lain mengemukakan definisi tentang planning :

  • Planning adalah proses membandingkan, menilai, memilih alternatif yang baik dari kegiatan yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan bersama.
  • Planning adalah proses estimasi kemungkinan yang akan datang menilai kemampuan yang dimiliki untuk mencapai kemungkinan itu.
  • Planning adalah kegiatan yang beradasarkan intelegensi
  • Planning adalah pengambilan keputusan untuk memilih berbagai kemungkinan yang ada
  • Planning adalah suatu proses yang rasional, dengan menggunakan fakta masa lalu dan dugaan masa depan untuk menggambarkan perkiraan masa yang akan datang

b. Langkah-langkah dalam menyusun planning

  1. Menentukan tujuan

Objective menetapkan hasil-hasil yang diharapkan yang menunjukkan titik akhir dari apa yang akan dilakukan, dan apa yang harus dicapai oleh jaringan dari strategi, kebijakan, prosedur, peraturan, program, dan anggaran.

  1. Mengembangkan premis

Premis adalah asumsi tentang lingkungan dimana rencana akan dijalankan. Premis meliputi peramalan (forecast), kebijakan dasar, perusahaan, dan rencana perusahaan yang telah ada

  1. Menentukan alternatif-alternatif tindakan dan mengevaluasi alternatif tersebut
  2. Memilih salah satu alternatif yang terbaik
  3. Menerapkan rencana dan mengevaluasi hasilnya

b. Manfaat perencanaan dalam manajemen

  1. Memberikan arah (focus) dan tujuan bagi perusahaan
  2. Dapat ditentukan suatu pedoman sebagai standar/ ukuran untuk mengurangi ketidakpastian serta perubahan di masaa datang
  3. Menimbulkan aktivitas-aktivitas yang teratur dan bermanfaat
  4. Memberikan dasar pengawasan
  5. Merangsang prestasi
  6. Menimbulkan visualisasi tentang keseluruhan
  7. Memperbesar serta mengimbangkan pemanfaatan fasilitas-fasilitas
  8. Dapat meningkatkan koordinasi

c. Jenis-jenis rencana

  1. Rencana menurut horizon waktu
  • Rencana jangka pendek (kurang dari satu bulan)
  • Rencana jangka menengah (1-2 tahun)
  • Rencana jangka oanjang (lebih dari 3 tahun)
  1. Rencana menurut subyeknya
  • Rencana produksi
  • Rencana pemasaran
  • Rencana finansial
  • Rencana tenaga kerja
  • Dan lain-lain
  1. Rencana menurut ruang lingkupnya
  • Strategic Plan (Rencana Strategis), yaitu rencana yang ditujukan pada kebutuhan jangka panjang organisasi dan menentukan secara komprhensif arah dan tindakan organisasi atau subunit organisasi.
  • Operational Plan (Rencana Operasional), yaitu rencana yang ditujukan pada aktivitas tertentu dalam menerapkan rencana strategis.
  1. Rencana menurut penggunaannya
  • Standing Plan, yaitu rencana yang digunakan berulang-ulang
  • Policies (Kebijakan), yaitu standing plan yang mengkomunikasikan panduan bagi keputusan dan tindakan dalam keadaan tertentu.
  • Procedur, yaitu standing plan yang meliputi urutan (kronologis) dari tindakan-tindakan yang harus dilakukan dalam kondisi tertenu.
  • Rules, peraturan yang spesifik tentang tindakan yang harus dilakukan dan tindakan yang tidak boleh dilakukan.
  • Single-use plan, yaitu merencana yang hanya dipakai satu kali untuk setiap periode waktu.
  • Budget, adalah rencana yang mengalokasikan sumber daya organisasi kedalam aktivitas, proyek, dan program organisasi
  • Project schedule, adalah rencana yang meliputi aktivitas-aktivitas yang dibutuhkan dalam pembuatan suatu proyek dalam organisasi.
  • Programs, yaitu rencana organisasi yang menyeluruh yang menyangkut penggunaan sumber-sumber daya di masa yang akan datang.
  1. Rencana menurut unit organisasi
  • Rencana Perusahaan
  • Rencana Divisi
  • Rencana Departemen
  • Rencana Proyek

 

Sumber :

Siswanto,H.B. 2009. Pengantar Manajemen.Jakarta: Bumi Aksara

Wiludjeng, Sri. 2007. Pengantar Manajemen.Yogyakarta: Graha Bumi

Zarkasi, Muslichah.2006. Psikologi Manajemen. Jakarta: Erlangga

http://indryawati.staff.gunadarma.ac.id/downloads/files/28361/Psikologi+Manajemen+Rini.ppt  (rekomendasi dari blog senior)

Kesehatan Mental

Tugas Kesehatan Mental (4)
Nama Kelompok:
1. Afina Triadhani (10514401)
2. Atikah Dwi Fauziah (11514790)
3. Elita Chika Larasati (13514505)
4. Fitriasari (14514350)
5. Meisha Jihad Yudhiana (16514556)
6. Nia Kezia Naftalin (17514912)
7. Raniyah Melati (18514925)
8. Riany Trihatmanti M (19514236)
9. Sheila Henggriani (1A514207)
10. Siti Nurhikmah F. (1C514956)
Kelas: 2PA14

A. Pekerjaan dan waktu luang

1. Mengubah sikap terhadap pekerjaaan:
Sikap adalah suatu pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa. Hal ini mencerminkan perasaan seseorang terhadap sesuatu. Sikap seseorang terhadap pekerjaan pasti berbeda – beda dengan orang yang lain. Ada yang menyikapinya dengan kemalasan ada juga yang dengan ketekunan. Sikap malas seseorang terhadap pekerjaan harus diubah agar orang tersebut tidak dikeluarkan dari suatu pekerjaan. Mengubah sikap terhadap pekerjaan tergantung dari orang tersebut ingin memakai cara yang seperti apa. Bisa mulai dari cara membiasakan diri dengan sering melakukan pekerjaan tersebut dengan tenang dan rileks, lalu membuat diri merasa nyaman saat melakukan suatu pekerjaan, bahkan bisa juga dengan mencintai pekerjaan tersebut dengan cara meyakinkan diri bahwa pekerjaan ini tidak membuat diri merasa sulit. Semua cara mengubah sikap terhadap seseorang tergantung bagaimana seseorang dan sekuat apa seseorang ingin mengubah sikap terhadap pekerjaan yang dijalaninya.

2. Proses dalam memilih pekerjaan:
Dalam memasuki dunia kerja, seseorang yang memasuki fase usia dewasa awal harus malakukan tahap-tahap penyesuaian pekerjaan, antara lain:
· a. Pilihan pekerjaan
Individu dapat memilih bidang pekerjaan yang sesuai dengan bakat, minat, kompetensi dan faktor-faktor psikologis lainnya supaya ketika bekerja kesehatan mental dan fisiknya dapat dikelola.
· b. Stabilitas pilihan pekerjaan
Dalam memilih pekerjaan, individu harus melakukannya dengan mantap dan berpindah-pindah kerja masih dapat dilakukan di usia awal dewasa dini.
· c. Penyesuaian diri dengan pekerjaan
Proses menyesuaikan diri dengan jenis pekerjaan yang telah dipilih meliputi sifat dan jenis pekerjaan, melakukan adaptasi dengan teman sejawat/kerja, pimpinan, lingkungan kerja dan aturan-aturan dalam dunia kerjanya

3. Memilih pekerjaan yang cocok:
Dalam memilih pekerjaan yang cocok dibutuhkan tes psikotes agar calon pekerja tidak salah dalam mengambil pekerjaan. Tes psikotes disini juga akan menguntungkan kedua belah pihak, seleksi yang kurang tepat akan menyebabkan kerugian besar baik karyawan maupun perusahaan yang bersangkutan.
Dari sisi pegawai, jika kita terseleksi dalam pekerjaan yang kurang cocok dengan potensi psikologis yang kita miliki, akan timbul ketidaknyamanan dalam bekerja, kurang termotivasi, bahkan dapat enimbulkan stress kerja, yang pada akhirnya membuat kita keluar dari pekerjaan tersebut. Oleh sebab itu kita membutuhkan psikotes untuk melihat sejauh mana potensi psikologis kita agar tidak salah memilih pekerjaan.
Sedangkan dari sisi perusahaan, menemukan orang yang tepat merupakan upaya yang sangat sulit yang selalu dihadapi. Dari sisi perusahaan, biaya seleksi dan pelatihan yang dibutuhkan akan sangat mahal, tidak efisien, menurunkan motivasi, serta masih ditambah biaya untuk seleksi dan pelatihan orang yang akan menggantikan karyawan tersebut. Oleh sebab itu dari proses seleksi perusahaan mengadakan tes psikotes untuk melihat potensi psikologis dan kepribadian sang calon karyawan tersebut.
4. Penyesuaian diri dalam pekerjaan:
-Kepuasan Kerja
Tidak ada satu batasan dari kepuasan kerja/pekerjaan yang dirasakan yang paling sesuai oleh para penulis dan peneliti. Tenaga kerja yang puas dengan pekerjaannya merasa senang dengan pekerjaannya. Dari batasan Locke dapat disimpulakan adanya dua unsur yang penting dalam kepuasan kerja, yaitu nilai-nilai pekerjaan dan kebutuhan-kebutuhan dasar. Nilai-nilai pekerjaan merupakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tugas pekerjaan. Yang ingin dicapai adalah nilai-nilai pekerjaan yang dianggap penting oleh individu. Dikatakan selanjutnya bahwa nilai-nilai pekerjaan harus sesuai atau membantu pemenuhan kebutuhan-kebutuhan dasar. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa kepuasan kerja merupakan hasil dari tenaga kerja yang berkaitan dengan motivasi kerja.
-Perubahan dalam persediaan dan permintaan, dan berganti pekerjaan
a. Keluar (exit): ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan meninggalkan pekerjaan. Termasuk mencari pekerjaan lain.
b. Menyuarakan (voice): ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui usaha aktif dan konstruktif untuk memperbaiki kondisi, termasuk memberikan saran perbaikan.
c. Mengabaikan (neglect): ketidakpuasan kerja yang diungkapkan melalui sikap membiarkan keadaan menjadi lebih buruk. Misalnya sering absen, upaya berkurang, dan kesalahan yang dibuat makin banyak.
d. Kesetiaan (loyalty): ketidakpuasan kerja yang diungkapkan dengan menunggu secara pasif sampai kondisinya menjadi lebih baik.
5. Waktu luang:
Dalam bahasa Inggris waktu luang dikenal dengan sebutan leisure. Kata leisure sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu licere yang berarti diizinkan (To be Permited) atau menjadi bebas (To be Free). Kata lain dari leisure adalah loisir yang berasal dari bahasa Perancis yang artinya waktu luang (Free Time), George Torkildsen.
Berdasarkan teori dari George Torkildsen dalam bukunya yang berjudul leisure and recreation management (Januarius Anggoa, 2011) definisi berkaitan dengan leisure antara lain:
a. Waktu luang sebagai waktu (leisure as time)
Waktu luang digambarkan sebagai waktu senggang setelah segala kebutuhan yang mudah telah dilakukan. Yang mana ada waktu lebih yang dimiliki untuk melakukan segala hal sesuai dengan keinginan yang bersifat positif. Pernyataan ini didukung oleh Brightbill yang beranggapan bahwa waktu luang erat kaitannya dengan kaitannya dengan kategori discretionary time, yaitu waktu yang digunakan menurut pemilihan dan penilaian kita sendiri.
b. Waktu luang sebagai aktivitas (leisure as activity)
Waktu luang terbentuk dari segala kegiatan bersifat mengajar dan menghibur pernyataan ini didasarkan pada pengakuan dari pihak The International Group of the Social Science of Leisure, menyatakan bahwa: “waktu luang berisikan berbagai macam kegiatan yang mana seseorang akan mengikuti keinginannya sendiri baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri, menambah pengetahuan atau mengembangkan keterampilannya secara objektif atau untuk meningkatkan keikutsertaan dalam bermasyarakat.
c. Waktu luang sebagai suasana hati atau mental yang positif (leisure as an end in itself or a state of being)
Pieper beranggapan bahwa:“Waktu luang harus dimengerti sebagai hal yang berhubungan dengan kejiwaan dan sikap yang berhubungan dengan hal-hal keagamaan, hal ini bukan dikarenakan oleh faktor-faktor yang datang dari luar. Hal ini juga bukan merupakan hasil dari waktu senggang, liburan, akhir pekan, atau liburan panjang.
d. Waktu luang sebagai sesuatu yang memiliki arti luas (leisure as an all embracing)
Menurut Dumadezirer, waktu luang adalah relaksasi, hiburan, dan pengembangan diri. Dalam ketiga aspek tersebut, mereka akan menemukan kesembuhan dari rasa lelah, pelepasan dari rasa bosan, dan kebebasan dari hal-hal yang bersifat menghasilkan. Dengan kata lain, waktu luang merupakan ekspresi dari seluruh aspirasi manusia dalam mencari kebahagiaan, berhubungan dengan tugas baru, etnik baru, kebijakan baru, dan kebudayaan baru.
e. Waktu luang sebagai suatu cara untuk hidup (leisure as a way of living)
Seperti yang dijelaskan oleh Goodale dan Godbye dalam buku The Evolution Of Leisure : “Waktu luang adalah suatu kehidupan yang bebas dari tekanan-tekanan yang berasal dari luar kebudayaan seseorang dan lingkungannya sehingga mampu untuk bertindak sesuai rasa kasih yang tak terelakkan yang bersifat menyenangkan, pantas, dan menyediakan sebuah dasar keyakinan”. Hal senada juga diungkapkan oleh Soetarlinah Sukadji (Triatmoko, 2007) yang melihat arti istilah waktu luang dari 3 dimensi, yaitu:
a. Dilihat dari dimensi waktu, waktu luang dilihat sebagai waktu yangtidak digunakan untuk bekerja mencari nafkah, melaksanakan kewajiban, dan mempertahankan hidup.
b. Dari segi cara pengisian, waktu luang adalah waktu yang dapat diisi dengan kegiatan pilihan sendiri atau waktu yang digunakan dan dimanfaatkan sesuka hati.
c. Dari sisi fungsi, waktu luang adalah waktu yang dimanfaatkan sebagai sarana mengembangkan potensi, meningkatkan mutu pribadi, kegiatan terapeutik bagi yang mengalami gangguan emosi, sebagai selingan hiburan, sarana rekreasi, sebagai kompensasi pekerjaan yang kurang menyenangkan, atau sebagai kegiatan menghindari sesuatu.
Dengan banyaknya definisi waktu luang, dapat disimpulkan bahwa waktu luang adalah waktu yang mempunyai posisi bebas penggunaannya dan waktu tersebut berada diluar kegiatan rutin sehari-hari sehingga dapat dimanfaatkan secara positif guna meningkatkan produktifitas hidup yang efektif dan pengisian waktu luang dapat diisi dengan berbagai macam kegiatan yang mana seseorang akan mengikuti keinginannya sendiri baik untuk beristirahat, menghibur diri sendiri, menambah pengetahuan atau mengembangkan keterampilannya secara objektif.
Mengisi waktu luang bagi remaja terutama siswa yaitu waktu yang terdapat pada siswa diluar jam pelajaran sekolah dan dapat diisi dengan kegiatan relaksasi atau istirahat, kegiatan hiburan atau rekreasi, dan kegiatan pengembangan diri sesuai dengan pilihan sendiri sehingga akan timbul suatu kesembuhan dari rasa capek dan melepaskan dari rasa bosan.

B. Self Directed Changes

1. Konsep dan Penerapan Self-directed changes :
a. Meningkatkan kontrol diri: mendasarkan diri pada kesadaran bahwa pada setiap manusia memiliki kemampuan untuk mengembangkan dirinya sesuai dengan kondisi yang dimiliki setiap manusia. Itu dapat terjadi sebagai akibat perubahan dalam struktur kognitif yang dihasilkan oleh perubahan struktur kognitif itu sendiri atau perubahan kebutuhan juga adanya motivasi internal serta belajar yang efektif.
b. Menetapkan tujuan: dimaksudkan untuk menjaga individu agar tetap tertuju pada proses pembelajaran, dalam arti dapat mengetahui dan mampu secara mandiri menetapkan mengenai apa yang ingin dipelajari dalam mencapai kesehatan mental, serta tahu akan kemana tujuan hidupnya, cakap dalam mengambil keputusan dan mampu berpartisipasi di masyarakat dan akan mampu mengarahkan dirinya.
c. Menyusun konsekuensi yang efektif: pemahaman dalam arti sehat mental dapat menentukan perubahan pada individu dalam melakukan mobilitas untuk melakukan segala sesuatu aktifitas –aktifitas yang dilakukan oleh manusia, dalam menanggapi stimulus lingkungan, yang meliputi aktivitas motoris, emosional,dan kognitif dalam mencapai kematangan mental.
d. Menerapkan perencana intervensi: membawa perubahan, tentunya pada perubahan yang lebih baik. Dalam arti pemahaman nilai-nilai, karakter / watak, dan cara cara berperilaku secara individual. Dalam arti kita harus lebih memahami cara berperilaku pada kegiatan proses pembentukan watak dan pembelajaran secara terencana.
e. Evaluasi: faktor yang penting untuk mencapai kematangan pribadi, sedangkan salah satu faktor penting untuk mengetahui keefektivan adalah evaluasi baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran.

Sumber :
http://pamangsah.blogspot.com/2009/04/perkembangan-sosial-fase-dewasa-awal.html

http://ipulord.blogspot.com/2012/04/self-directed-changes.html
http://berlianamariak.blogspot.co.id/2015/06/perkerjaan-dan-waktu-luang-self.html

Kesehatan Mental

Tugas Psikologi Kesehatan Mental (3)

Nama Kelompok:

  1. Afina Triadhani NPM: 10514401
  2. Atika Dwi Fauziyah   NPM: 11514790
  3. Elita Chika L NPM: 13514505
  4. Meisha Jihad Yudhiana NPM: 16514556
  5. Fitriasari Rahman NPM: 14514350
  6. Nia Kezia Naftalin NPM: 17514912
  7. Raniyah Melati NPM: 18514925
  8. Riany Trihatmanty M NPM: 19514236
  9. Sheila Henggriani NPM: 1A514207
  10. Siti Nur Hikmah F. NPM: 1C514956

KELAS     : 2PA14

HUBUNGAN INTERPERSONAL

Hubungan interpersonal adalah suatu aktivitas komunikasi dimana kita bukan hanya sekedar menyampaikan pesan. Jadi ketika kita berkomunikasi kita tidak hanya menentukan isi dari pesan tersebut, tetapi kita juga memperhatikan hubungan yang sedang terjalin.

  1. Model-model Hubungan Interpersonal

Ada 4 macam hubungan interpersonal, berikut penjelasannya:

  1. Model Pertukaran Sosial (Social Exchange Model)

Hubungan interpersonal diidentikan dengan suatu transaksi dagang. Orang berinteraksi karena mengharapkan sesuatu yang memenuhi kebutuhannya. Artinya dalam hubungan tersebut akan menghasilkan ganjaran (akibat positif) atau biaya (akibat negatif) serta hasil / laba (ganjaran dikurangi biaya).

  1. Model Peranan (Role Model)

Hubungan interpersonal diartikan sebagai panggung sandiwara. Di sini setiap orang memainkan peranannya sesuai naskah yang dibuat masyarakat. Hubungan akan dianggap baik bila individu bertindak sesuai ekspetasi peranan (role expectation), tuntutan peranan (role demands), memiliki keterampilan (role skills) dan terhindar dari konflik peranan. Ekspetasi peranan mengacu pada kewajiban, tugas dan yang berkaitan dengan posisi tertentu, sedang tuntutan peranan adalah desakan sosial akan peran yang harus dijalankan. Sementara itu ketrampilan peranan adalah kemampuan memainkan peranan tertentu.

  1. Model Permainan (Games People Play Model)

Model ini menerangkan bahwa dalam berhubungan individu-individu terlibat dalam bermacam permaianan. Kepribadian dasar dalam permainan ini dibagi dalam 3 bagian yaitu:

  1. Kepribadian orang tua (aspek kepribadian yang merupakan asumsi dan perilaku yang diterima dari orang tua atau yang dianggap sebagi orang tua).
  2. Kepribadian orang dewasa (bagian kepribadian yang mengolah informasi secara rasional).
  3. Kepribadian anak (kepribadian yang diambil dari perasaan dan pengalaman kanak-kanak yang mengandung potensi intuisi, spontanitas, kreativitas dan kesenangan). Pada interaksi individu menggunakan salah satu kepribadian tersebut sedang yang lain membalasnya dengan menampilkan salah satu dari kepribadian tersebut. Sebagai contoh seorang suami yang sakit dan ingin minta perhatian pada istri (kepribadian anak), kemudian istri menyadari rasa sakit suami dan merawatnya (kepribadian orang tua).
  4. Model Interaksional (Interactsional Model)

Model ini memandang hubungann interpersonal sebagai suatu sistem. Setiap sistem memiliki sifat struktural, integratif dan medan. Secara singkat model ini menggabungkan model pertukaran, peranan dan permainan.

 

  1. Memulai Hubungan

Tahap-tahap dalam hubungan interpersonal, berikut penjelasannya.

  1. Pembentukan

Tahap ini sering disebut juga dengan tahap perkenalan. Beberapa peneliti telah menemukan hal-hal menarik dari proses perkenalan. Fase pertama, “fase kontak yang permulaan”, ditandai oleh usaha kedua belah pihak untuk menangkap informasi dari reaksi kawannya. Masing-masing pihak berusaha menggali secepatnya identitas, sikap dan nilai pihak yang lain. Bila mereka merasa ada kesamaan, mulailah dilakukan proses mengungkapkan diri. Pada tahap ini informasi yang dicari meliputi data demografis, usia, pekerjaan, tempat tinggal, keadaan keluarga dan sebagainya.

  1. Peneguhan Hubungan

Hubungan interpersonal tidaklah bersifat statis, tetapi selalu berubah. Untuk memelihara dan memperteguh hubungan interpersonal, diperlukan tindakan-tindakan tertentu untuk mengembalikan keseimbangan. Ada empat faktor penting dalam memelihara keseimbangan ini, yaitu:

–  Keakraban (pemenuhan kebutuhan akan kasih sayang antara komunikan dan komunikator).

–  Kontrol (kesepakatan antara kedua belah pihak yang melakukan komunikasi dan menentukan siapakah yang lebih dominan didalam komunikasi tersebut).

–  Respon yang tepat (feedback atau umpan balik yang akan terima jangan sampai komunikator salah memberikan informasi sehingga komunikan tidak mampu memberikan feedback yang tepat).

–  Nada emosional yang tepat (keserasian suasana emosi saat komunikasi sedang berlangsung).

  1. Hubungan Peran

Dalam suatu hubungan juga perlu adanya companionate love, passionate love dan intimacy love. Karena apabila kurang salah satu saja di dalam suatu hubungan atau mungkin hanya salah satu di antara ketiganya itu di dalam suatu hubungan maka yang akan terjadi adalah hubungan tersebut tidak akan berjalan dengan langgeng atau awet, justru sebaliknya setiap pasangan tidak merasakan kenyamanan dari pasangannya tersebut sehingga yang terjadi adalah hubungan tersebut bubar dan tidak akan ada lagi harapan untuk membangun hubungan yang harmonis dan langgeng.

  1. Intimasi dan Hubungan

Sebagai konsekuensi adanya daya tarik menyebabkan interaksi sosial antar individu menjadi spesifik atau terjalin hubungan intim. Orang-orang tertentu menjadi istimewa buat kita, sedangkan orang lain tidak. Orang-orang tertentu menjadi sangat dekat dengan kita, dibandingkan orang lain. Adapun bentik intim terdiri dari persaudaraan, persahabatan, dan percintaan. LebIh jauh mengenai bentuk-bentuk hubungan intim tersebut daoat dijelaskan pada bagian berikut :
1. Persaudaraan
Hubungan intik ini didasarkan pada hubungan darah. Hunungan intim interpersonal dalam persaudaraan terdapat hubungan inti ssperti dalam keluarga kecil. Pada persaudaraan itu didlamnya terkandung proximitas dan keakraban.
2. Persahabatan
Persahabatan biasanya terjadi pada dua individu yang didasarkan pada banyak persamaan. Utamanya persamaan usia. Hubungan dalam persahabatan tidak hanya sekedar teman, lebih dari itu diantara mereka terjalin interaksi yang sangat tinggi sehingga mempunyai kedekatan psikologis. Indikasi atau tanda-tanda bila dalam hubungan interpersonal terjadi persahabatan yaitu : sering bertemu, merasa bebas membuka diri, bebasmenyatakan emosi, dan saling tergantung diantara mereka.
3. Percintaan
Persabatan antar pria dan wanita bisa berubah mejadi cinta, jika dua individu itu merasa sebagai pasangan yang potensial seksual. Dalam suatu persahabatan, dapat melahirkan satu proses yang namanya jatuh cinta. Hal ini terjadi karena ada dua perbedaan mendasar antara persahabatan dan cinta.

  1.  Intimasi dan Pertumbuhan

Apapun alasan untuk berpacaran, untuk bertumbuh dalam keintiman, yang terutama adalah cinta. Keintiman tidak akan bertumbuh jika tidak ada cinta . Keintiman berarti proses menyatakan siapa kita sesungguhnya kepada orang lain. Keintiman adalah kebebasan menjadi diri sendiri. Keintiman berarti proses membuka topeng kita kepada pasangan kita. Bagaikan menguliti lapisan demi lapisan bawang, kita pun menunjukkan lapisan demi lapisan kehidupan kita secara utuh kepada pasangan kita.
Keinginan setiap pasangan adalah menjadi intim. Kita ingin diterima, dihargai, dihormati, dianggap berharga oleh pasangan kita. Kita menginginkan hubungan kita menjadi tempat ternyaman bagi kita ketika kita berbeban. Tempat dimana belas kasihan dan dukungan ada didalamnya. Namun, respon alami kita adalah penolakan untuk bisa terbuka terhadap pasangan kita.

Hal ini dapat disebabkan karena :
1)    kita tidak mengenal dan tidak menerima siapa diri kita secara utuh.
2)    kita tidak menyadari bahwa hubungan pacaran adalah persiapan memasuki pernikahan.
3)    kita tidak percaya pasangan kita sebagai orang yang dapat dipercaya untuk memegang rahasia.
4)    kita dibentuk menjadi orang yang berkepribadian tertutup.
5)    kita memulai pacaran bukan dengan cinta yang tulus .

CINTA DAN PERKAWINAN

  1. Memilih Pasangan

Banyak orang yang pikirannya terlalu pendek dalam hal memilih pasangan sehingga gagal dalam pernikahannya. Prinsipnya adalah jika hanya berpedoman pada hal-hal yang sifatnya duniawi (kecantikan atau ketampanan dan kekayaan) maka akan sangat sulit dalam menjalani hari-hari berumah tangga nantinya. Karena semua itu hanya bersifat sementara dan sangat mudah berubah. Jika jatuh cinta hanya karena melihat dari segi kecantikan atau ketampanan dan kekayaan, maka cinta tersebut akan sangat mudah berkurang bahkan hilang. Jika memang cinta pada seseorang maka lahirlah ketampanan atau kecantikan, bukan sebaliknya. Masalah fisik, banyak yang berkata bahwa wanita cantik hanya pantas untuk laki-laki tampan, begitu pula sebaliknya. Dan apa yang terjadi ketika teman kita yang mungkin tak begitu cantik mendapatkan suami yang tampan dan juga kaya, maka kita biasanya akan protes. Kita merasa bahwa dirinya tak pantas dan kitalah yang lebih pantas. Dalam memilih pasangan hidup, baik bagi laki-laki maupun perempuan keduanya memiliki hak untuk memilih yang paling tepat sebagai pasangannya. Maka dari itu harus benar-benar diperhitungkan ketika memilih pasangan yang baik.

  1. Hubungan dalam Perkawinan
  2. Romantic Love

Saat ini adalah saat Anda dan pasangan merasakan gelora cinta yang menggebu-gebu. Ini terjadi di saat bulan madu pernikahan. Anda dan pasangan pada tahap ini selalu melakukan kegiatan bersama-sama dalam situasi romantis dan penuh cinta.

  1. Dissapointment or Distress

Di tahap ini pasangan suami istri kerap saling menyalahkan, memiliki rasa marah dan kecewa pada pasangan, berusaha menang atau lebih benar dari pasangannya. Terkadang salah satu dari pasangan yang mengalami hal ini berusaha untuk mengalihkan perasaan stres yang memuncak dengan menjalin hubungan dengan orang lain, mencurahkan perhatian ke pekerjaan, anak atau hal lain sepanjang sesuai dengan minat dan kebutuhan masing-masing. Menurut Dawn tahapan ini bisa membawa pasangan suami-istri ke situasi yang tak tertahankan lagi terhadap hubungan dengan pasangannya. Banyak pasangan di tahap ini memilih berpisah dengan pasangannya.

  1. Knowledge and Awareness

Pasangan suami istri yang sampai pada tahap ini akan lebih memahami bagaimana posisi dan diri pasangannya. Pasangan ini juga sibuk menggali informasi tentang bagaimana kebahagiaan pernikahan itu terjadi. Pasangan yang sampai di tahap ini biasanya senang untuk meminta kiat-kiat kebahagiaan rumah tangga kepada pasangan lain yang lebih tua atau mengikuti seminar-seminar dan konsultasi perkawinan.

  1. Transformation

Suami istri di tahap ini akan mencoba tingkah laku yang berkenan di hati pasangannya. Anda akan membuktikan untuk menjadi pasangan yang tepat bagi pasangan Anda. Dalam tahap ini sudah berkembang sebuah pemahaman yang menyeluruh antara Anda dan pasangan dalam mensikapi perbedaan yang terjadi. Saat itu, Anda dan pasangan akan saling menunjukkan penghargaan, empati dan ketulusan untuk mengembangkan kehidupan perkawinan yang nyaman dan tentram.

  1. Real Love

“Anda berdua akan kembali dipenuhi dengan keceriaan, kemesraan, keintiman, kebahagiaan, dan kebersamaan dengan pasangan,” ujar Dawn. Psikoterapis ini menjelaskan pula bahwa waktu yang dimiliki oleh pasangan suami istri seolah digunakan untuk saling memberikan perhatian satu sama lain. Suami dan istri semakin menghayati cinta kasih pasangannya sebagai realitas yang menetap. “Real love sangatlah mungkin untuk Anda dan pasangan jika Anda berdua memiliki keinginan untuk mewujudkannya. Real love tidak bisa terjadi dengan sendirinya tanpa adanya usaha Anda berdua,” ingat Dawn.

  1. Penyesuaian dan Pertumbuhan dalam Perkawinan

Perkawinan tidak berarti mengikat pasangan sepenuhnya. Dua individu ini harus dapat mengembangkan diri untuk kemajuan bersama. Keberhasilan dalam perkawinan tidak diukur dari ketergantungan pasangan. Perkawinan merupakan salah satu tahapan dalam hidup yang pasti diwarnai oleh perubahan. Dan perubahan yang terjadi dalam sebuah perkawinan, sering tak sederhana. Perubahan yang terjadi dalam perkawinan banyak terkait dengan terbentuknya relasi baru sebagai satu kesatuan serta terbentuknya hubungan antarkeluarga kedua pihak. Relasi yang diharapkan dalam sebuah perkawinan tentu saja relasi yang erat dan hangat. Tapi karena adanya perbedaan kebiasaan atau persepsi antara suami-istri, selalu ada hal-hal yang dapat menimbulkan konflik. Dalam kondisi perkawinan seperti ini, tentu sulit mendapatkan sebuah keluarga yang harmonis.

  1. Perceraian dan Pernikahan Kembali

Pernikahan bukanlah akhir kisah indah bak dongeng cinderella, namun dalam perjalanannya, pernikahan justru banyak menemui masalah. Menikah Kembali setelah perceraian mungkin menjadi keputusan yang membingungkan untuk diambil. Karena orang akan mencoba untuk menghindari semua kesalahan yang terjadi dalam perkawinan sebelumnya dan mereka tidak yakin mereka bisa memperbaiki masalah yang dialami. Mereka biasanya kurang percaya dalam diri mereka untuk memimpin pernikahan yang berhasil karena kegagalan lama menghantui mereka dan membuat mereka ragu-ragu untuk mengambil keputusan. Sebagai manusia, kita memang mempunyai daya tarik atau daya ketertarikan yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Jadi, semua hal yang telah kita miliki dan nikmati untuk suatu periode tertentu akan kehilangan daya tariknya. Misalnya, Anda mencintai pria yang sekarang menjadi pasangan karena kegantengan, kelembutan dan tanggung jawabnya. Lama-kelamaan, semua itu berubah menjadi sesuatu yang biasa. Itu adalah kodrat manusia. Sesuatu yang baru cenderung mempunyai daya tarik yang lebih kuat dan kalau sudah terbiasa daya tarik itu akan mulai menghilang pula. Esensi dalam pernikahan adalah menyatukan dua manusia yang berbeda latar belakang. Untuk itu kesamaan pandangan dalam kehidupan lebih penting untuk diusahakan bersama. Jika ingin sukses dalam pernikahan baru, perlu menyadari tentang beberapa hal tertentu, jangan biarkan kegagalan masa lalu mengecilkan hati, menikah Kembali setelah perceraian bisa menjadi kan pengalaman, tinggalkan masa lalu dan berharap untuk masa depan yang lebih baik lagi dari pernikahan sebelumnya.

  1. Alternatif selain Pernikahan

Hidup di dalam kesendirian memang tidak mudah untuk dijalani. Namun ini adalah suatu pilihan yang diambil di kala orang sudah putus asa untuk membina suatu hubungan perkawinan. Misalnya seorang wanita yang sudah lebih dari satu kali menikah dan gagal. Akhirnya ia memutuskan untuk tidak bersuami dan mengurus anak – anaknya sendiri. Ia merasa mampu karena ia pun seorang wanita karir yang memiliki penghasilan yang cukup. Namun meskipun demikian, seseorang yang menjalani single life pasti mengalami loneliness atau rasa kesepian. Terlebih ketika ia sudah lanjut usia dan anak – anaknya sudah berkeluarga.

Referensi:

http://www.psychologymania.com/2013/04/teori-hubungan-interpersonal.html

http://pemulihanjiwa.com/teori-teori-hubungan-interpersonal-2.html

https://winaudina.wordpress.com/2014/06/19/tugas-ke-3-kesehatan-mental-hubungan-interpersonal-cinta-dan-pernikahan/

http://www.dudung.net/artikel-bebas/cinta-dan-perkawinan-menurut-plato.html‎

https://putisalla.wordpress.com/2015/06/12/tugas-ke-3-softskill-kesehatan-mental-hubungan-interpersonal-cinta-dan-perkawinan/

 

Kesehatan Mental

Tugas Psikologi Kesehatan (2)

Nama Kelompok:

  1. Afina Triadhani NPM: 10514401
  2. Atika Dwi Fauziyah             NPM: 11514790
  3. Elita Chika L NPM: 13514505
  4. Meisha Jihad Yudhiana NPM: 16514556
  5. Fitriasari Rahman NPM: 14514350
  6. Nia Kezia Naftalin NPM: 17514912
  7. Raniyah Melati NPM: 18514925
  8. Riany Trihatmanty M NPM: 19514236
  9. Sheila Henggriani NPM: 1A514207
  10. Siti Nur Hikmah F. NPM: 1C514956

KELAS     : 2PA14

 

  1. PENYESUAIAN DIRI DAN PERTUMBUHAN
  2. Penyesuaian Diri

Penyesuaian diri merupakan suatu istilah yang sangat sulit didefinisikan, karena memiliki banyak arti dan tidak memiliki patokan jelas untuk menilai nya. Menurut Kartono, penyesuaian diri adalah usaha manusia untuk mencapai harmoni pada diri sendiri dan pada lingkungannya. Sehingga permusuhan, kemarahan, depresi, dan emosi negatif lain sebagai respon pribadi yang tidak sesuai dan kurang efisien bisa dikikis. Hariyadi, dkk (2003) menyatakan penyesuaian diri adalah kemampuan mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan atau dapat pula mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan atau keinginan diri sendiri.

Penyesuaian diri tidak bisa disebut baik atau buruk, maka dapat didefinisikan dengan sangat sederhana, yaitu suatu proses yang melibatkan respon-respon mental dan tingkah laku yang menyebabkan individu berusaha menanggulangi kebutuhan-kebutuhan, tegangan-tegangan, frustasi-frustasi, dan konflik batin serta menyelaraskan tuntutan batin dengan tuntutan dunia.

Hal penting dalam memelajari konsep penyesuaian diri bukan dari macamnya tingkah laku yang menentukan apakah orang dapat menangani proses penyesuaian diri, tetapi cara bagaimana tingkah laku itu digunakan. Konsep penyesuaian diri dapat digunakan sejauh respon-respon terhadap stress berfungsi untuk meringankan tuntutan-tuntutan yang ada pada individu. Apabila respon-respon tersebut tidak efisien, merugikan kesejahteraan pribadi, atau patologik, maka respon itu disebut sebagai respon yang tidak mampu menyesuaikan diri.

Manusia merupakan mahluk inMenurut Schneiders (1964), pengertian penyesuaian diri dapat ditiinjau dari tiga sudut pandang, yaitu:

  1. Penyesuaian sebagai adaptasi : Menurut pandangan ini, penyesuaian diri cenderung diartikan sebagai usaha mempertahankan diri secara fisik, bukan penyesuaian dalam arti psikologis, sehingga ada kompleksitas kepribadian individu dengan lingkungan yang terabaikan.
  2. Penyesuaian diri sebagai bentuk konformitas : Penyesuaian diri diartikan sama dengan penyesuaian yang mencakup konformitas terhadap suatu norma. Pengertian ini menyiratkan bahwa individu seakan-akan mendapat tekanan kuat untuk harus selalu mampu menghindarkan diri dari penyimpangan perilaku, baik secara moral, sosial maupun emosional. Menurut sudut pandang ini, individu selalu diarahkan kepada tuntutan konformitas dan diri individu akan terancam tertolak jika perilaku individu tidak sesuai dengan norma yang berlaku.
  3. Penyesuaian diri sebagai usaha penguasaan : Penyesuaian diri dipandang sebagai kemampuan untuk merencanakan dan mengorganisasikan respons dalam cara-cara tertentu sehingga konflik-konflik, kesulitan dan frustasi tidak terjadi, dengan kata lain penyesuaian diri diartikan sebagai kemampuan penguasaan dalam mengembangkan diri sehingga dorongan emosi dan kebiasaan menjadi terkendali dan terarah.

Berdasarkan tiga sudut pandang tentang penyesuaian diri yang disebut diatas, dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri dapat diartikan sebagai suatu proses yang mencakup suatu respon-respon mental dan perilaku yang diperjuangkan individu agar dapat berhasil menghadapi kebutuhan-kebutuhan internal, ketegangan, frustasi, konflik serta untuk menghasilkan kualitas keselarasan antara tuntutan dari dalam diri individu dengan tuntutan dari dunia luar atau lingkungan tempat individu berada (Ali & Asrori, 2004).

  1. Pertumbuhan Personal

Manusia merupakan makhluk individu. manusia disebut sebagai individu apabila tingkah lakunya spesifik atau menggambarkan dirinya sendiri dan bukan bertingkah laku secara umum atau seperti orang lain. Jadi individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khas dalam lingkup sosial tetapi mempunyai ke khasan tersendiri yang spesifik terhadap dirinya dalam lingkup sosial tersebut. Kepribadian suatu individu tidak sertamerta langsung terbentuk, akan tetapi melalui pertumbuhan sedikit demi sedikit dan melalui proses yang panjang.

-Penekanan Pertumbuhan

Pertumbuhan adalah perubahan secara fisiologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat pada waktu yang normal. Pertumbuhan dapat juga diartikan sebagai proses transmisi dari konstitusi fisik (keadaan tubuh atau keadaan jasmaniah) yang herediter dalam bentuk proses aktif secara berkesinambungan. Jadi, pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yang menyangkut peningkatan ukuran dan struktur biologis.

Secara umum konsep perkembangan dikemukakan oleh Werner (1957) bahwa perkembangan berjalan dengan prinsip orthogenetis, perkembangan berlangsung dari keadaan global dan kurang berdiferensiasi sampai keadaan dimana diferensiasi, artikulasi dan integrasi meningkat secara bertahap. Proses diferensiasi diartikan sebagai prinsip totalitas pada diri anak. Dari penghayatan totalitas itu lambat laun bagian-bagiannya akan menjadi semakin nyata dan bertambah jelas dalam kerangka keseluruhan.

-Variasi Dalam Pertumbuhan

Tidak selamanya individu berhasil dalam melakukan penyesuaian diri, karena kadang-kadang ada rintangan tertentu yang menyebabkan tidak berhasil melakukan penyesuaian diri. Rintangan-rintangan itu mungkin terdapat dalam dirinya atau mungkin diluar dirinya.

-Kondisi-Kondisi Untuk bertumbuh

Kondisi jasmaniah seperti pembawa dan struktur atau konstitusi fisik dan tempramen sebagai disposisi yang diwariskan, aspek perkembangannya secara intrinsik berkaitan erat dengan susunan atau konstitusi tubuh. Shekdon mengemukakan bahwa terdapat korelasi ang tinggi antara tipe-tipe bentuk tubuh dan tipe-tipe tempramen (Surya, 1977). Misalnya orang yang tergolong ekstromorf yaitu yang ototnya lemah, tubuhnya rapuh, ditandai dengan sifat-sifat menahan diri, segan dalam aktivitas sosial, dan pemilu. Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan sistem syaraf, kelenjar, dan otot merupakan faktor yang penting bagi proses penyesuaian diri.

Beberapa penelitian menunjukan bahwa gangguan dalam sistem syaraf, kelenjar dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku dan kepribadian. Dengan demikian, kondisi sistem tubuh yang baik merupakan syaraf bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik. Disamping itu, kesehatan dan penyakit jasmaniah juga berhubungan dengan penyesuaian diri, kualitas penyesuaian diri yang baik hanya dapat diperoleh dan dipelihara dalam kondisi kesehatan jasmaniah yang baik pula. Ini berarti bahwa gangguan penyakit jasmaniah yang diderita oleh seseorang akan mengganggu proses penyesuaian dirinya.

-Faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan diri yaitu:

1) Faktor Biologis

Semua manusia normal dan sehat pasti memiliki anggota tubuh yang baik seperti tangan, kaki, kepala, dan lain lain. Hal ini dapat menjelaskan bahwa beberapa kesamaan dalam kepribadian dan perilaku. Namun ada juga warisan biologis yang bersifat khusus yang dilihat dari masa konsepsi, bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang kehidupannya, menentukan beberapa karakteristik seperti jenis kelamin, ras, warna rambut, warna mata, pertumbuhan fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan psikologis seperti tempramen, potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.

2) Faktor Geografis

Setiap lingkungan fisik yang baik akan membawa kebaikan pula pada penghuninya. Sehingga menyebabkan hubungan antar individu bisa berjalan dengan baik dan menimbulkan kepribadian setiap individu yang baik juga. Namun jika lingkungan fisiknya kurang baik dan tidak adanya hubungan baik dengan individu yang lain, maka akan tercipta suatu keadaan yang tidak baik pula.

3) Faktor Kebudayaan

Khusus perbedaan kebudayaan dapat mempengaruhi kepribadian anggotanya. Namun, tidak berarti semua individu yang ada didalam masyarakat yang memiliki kebudayaan yang sama juga memiliki kepribadian yang sama juga.

Dari semua faktor-faktor di atas pengaruh dari lingkungan seperti keluarga, maupun

masyarakat akan memberikan dampak pertumbuhan bagi individu. Seiring berjlanannya waktu maka terbentuklah individu yang sesuai dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.

-Fenomenologi Pertumbuhan

Fenomenologi memandang manusia hidup dalam “dunia kehidupan“ yang di persepsikan dan diinterpretasi secara subyektf. Setiap, orang mengalami dunia dengan caranya sendiri. “alam” pengalaman setia yang berbeda dari alam pengalam orang lain (Brower. 1983 : 14). Fenomenologi banyak mempengaruhi tulisan – tulisan Carl Rogers, yng boleh disebut sebagai bapak psikologi Humanistik. Carl Rogers menggaris besarkan pandangan humanistik sebagai berikut (kita pinjam dengan sedikit perubahan dari Coleman dan Hammen. 1974 :33).

 

  1. STRESS
  2. Arti pening stress

Pendapat Selye tersebut merangkum pendapat lain yang mengatakan bahwa stress pada hakekatnya merupakan stimulus dimana setiap peristiwa atau kejadian dalam kehidupan menimbulkan respon yang lebih berpotensi menekan emosional yang berujung pada menurunnya kesehatan tubuh.

  1. Tipe-tipe stress psikologis (dirangkum dari folkman, 1984; Coleman,dkk,1984 serta Rice, 1992) yaitu:
  2. Tekanan (pressures)

Tekanan terjadi karena adanya suatu tuntutan untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu maupun tuntutan tingkah laku tertentuSecara umum tekanan mendorong individu untuk meningkatkan performa, mengintensifkan usaha atau mengubah sasaran tingkah laku. Tekanan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari  dan memiliki bentuk yang berbeda-beda pada setiap individu. Tekanan dalam beberapa kasus tertentu dapat menghabiskan sumber-sumber daya yang dimiliki dalam proses pencapaian sasarannya, bahkan bila berlebihan dapat mengarah pada perilaku maladaptive. Tekanan dapat berasal dari sumber internal atau eksternal atau kombinasi dari keduanya.Tekanan internal misalnya adalah sistem nilai, self esteem, konsep diri dan komitmen personal. Tekanan eksternal misalnya berupa tekanan waktu atau peranyang harus dijalani seseorang, atau juga dpat berupa kompetisi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat antara lain dalam pekerjaan, sekolah dan mendapatkan pasangan hidup.

  1. Frustasi

Frustasi dapat terjadi apabila usaha individu untuk mencapai sasaran tertentu mendapat hambatan atau hilangnya kesempatan dalam mendapatkan hasil yang diinginkan. Frustasi juga dapat diartikan sebagai efek psikologis terhadap situasi yang mengancam, seperti misalnya  timbul reaksi marah, penolakan maupun depresi.

  1. Konflik

Konflik terjadi ketika individu berada dalam tekanan dan merespon langsung terhadap dua atau lebih dorongan, juga munculnya dua kebutuhan maupun motif yang berbeda dalam waktu bersamaan. Ada 3 jenis konflik yaitu :

a.Approach – approach conflict, terjadi apabila individu harus satu diantara dua alternatif yang sama-sama disukai, misalnya saja seseorang sulit menentukan keputusan diantara dua pilihan karir yang sama-sama diinginkan. Stres muncul akibat hilangnya kesempatan untuk menikmati alternatif yang tidak diambil. Jenis konflik ini biasanya sangat mudah dan cepat diselesaikan.

b.Avoidence – avoidence conflict, terjadi bila individu diharapkan pada dua pilihan yang sama- sama tidak disenangi, misalnya wanita muda yang hamil muda yang hamil diluar nikah, di satu sisi ia tidak ingin aborsi tapi di sisi lain ia belum mampu secara mental dan finansial untuk membesarkan anaknya nanti. Konflik jenis ini lebih sulit diputuskan dan memerlukan lebih banyak tenaga dan waktu untuk menyelesaikannya karena masing-masing alternatif memilki konsekuensi yang tidak menyenangkan.

c.Approach – avoidence conflict, adalah situasi dimana individu merasa tertarik sekaligus tidak menyukai atau ingin menghindar dari seseorang atau suatu objek yang sama, misalnya seseorang yang berniat berhenti merokok, karena khawatir merusak kesehatannya tetapi ia tidak dapat membayangkan sisa hidupnya kelak tanpa rokok

Berdasarkan pengertian stressor diatas dpat disimpulkan kondisi fisik, lingkungan dan  sosial yang menjadi penyebab dari kondisi stres.

  1. Symptom-reducing response terhadap stress

Kehidupan akan terus berjalan seiring dengan brjalannya waktu. Individu yang mengalami stress tidak akan terus menerus merenungi kegagalan yang ia rasakan. Untuk itu setiap individu memiliki mekanisme pertahanan diri masing-masing dengan keunikannya masing-masing untuk mengurangi gejala-gejala stress yang ada.

  1. Mekanisme Pertahanan Diri

-Indentifikasi adalah suatu cara yang digunakan individu untuk mengahadapi orang lain dengan membuatnya menjadi kepribadiannya, ia ingin serupa dan bersifat sama seperti orang lain tersebut. Misalnya seorang mahasiswa yang menganggap dosen pembimbingnya memiliki kepribadian yang menyenangkan, cara bicara yang ramah, dan sebagainya, maka mahasiswa tersebut akan meniru dan berperilaku seperti dosennya.

-Kompensasi

Seorang individu tidak memperoleh kepuasan dibidang tertentu, tetapi mendapatkan kepuasaan dibidang lain. Misalnya Andi memiliki nilai yang buruk dalam bidang Matematika, namun prestasi olahraga yang ia miliki sangat memuaskan.

-Overcompensation / Reaction Formation

Perilaku seseorang yang gagal mencapai tujuan dan orang tersebut tidak mengakui tujuan pertama tersebut dengan cara melupakan serta melebih-lebihkan tujuan kedua yang biasanya berlawanan dengan tujuan pertama. Misalnya seorang anak yang ditegur gurunya karena mengobrol saat upacara, beraksi dengan menjadi sangat tertib saat melaksanakan upacara san menghiraukan ajakan teman untuk mengobrol.

-Sublimasi

Sublimasi adalah suatu mekanisme sejenis yang memegang peranan positif dalam menyelesaikan suatu konflik dengan pengembangan kegiatan yang konstruktif. Penggantian objek dalam bentuk-bentuk yang dapat diterima oleh masyarakat dan derajatnya lebih tinggi. Misalnya sifat agresifitas yang disalurkan menjadi petinju atau tukang potong hewan.

-Proyeksi

Proyeksi adalah mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat bain sendiri pada objek diluar diri atau melemparkan kekurangan diri sendiri pada orang lain. Mutu Proyeksi lebih rendah daripada rasionalisasi. Contohnya seorang anak tidak menyukai temannya, namu n ia berkata temannya lah yang tidak menyukainya.

-Introyeksi

Introyeksi adalah memasukan dalam diri pribadi dirinya sifat-sifat pribadi orang lain. Misalnya seorang wanita mencintai seorang pria lalu ia memasukkan pribadi pria tersebut ke dalam pribadinya.

-Reaksi Konversi

Secara singkat mengalihkan koflik ke alat tubuh atau mengembangkan gejala fisik. Misalnya belum belajar saat menjelang bel masuk ujan, seorang anak wajahnya menjadi pucat berkeringat.

-Represi

Represi adalah konflik pikiran, impuls-impuls yang tidak dapat diterima dengan paksaan ditekan ke dalam alam tidak sadar dan dengan sengaja melupakan. Misalnya seorang karyawan yang dengan sengaja melupakan kejadian saat ia di marahi oleh bosnya tadi siang.

-Supresi

Supresi yaitu menekan konflik impuls yang tidak dapat diterima secara sadar. Individu tidak mau memikirkan hal-hal yang kurang menyenangkan dirinya. Misalnya dengan berkata “Sebaiknya kita tidak membicarakan hal itu lagi.”

-Denial

Denial adalah mekanisme perilaku penolakan terhadap sesuatu yang tidak menyenangkan. Misalnay seorang penderita diabetes memakan semua makanan yang menjadi pantangannya.

-Regresi

Regresi adalah mekanisme perilaku seorang yang apabila menghadapi konflik frustasi, ia menarik diri dari pergaulan. Misalnya artis yang sedang digosipkan selingkuh karena malu maka ia menarik diri dari perkumpulannya.

-Fantasi

Fantasi adalah apabila seseorang menghadapi konflik-frustasi, ia menarik diri dengan berkhayal/berfantasi, misalnya dengan lamunan. Contoh seorang pria yang tidak memilki keberanian untuk menyatakan rasa cintanya melamunkan berbagai fantasi dirinya dengan orang yang ia cintai.

-Negativisme

Adalah perilaku seseorang yang selalu bertentangan / menentang otoritas orang lain dengan perilaku tidak terpuji. Misalkan seorang anak yang menolak perintah gurunya dengan bolos sekolah.

-Sikap Mengritik Orang Lain

Bentuk pertahanan diri untuk menyerang orang lain dengan kritikan-kritikan. perilaku ini termasuk perilaku agresif yang aktif. Misalkan seorang karyawan yang berusaha menjatuhkan karyawan lain dengan adu argument saat rapat berlangsung.

  1. Pendekatan problem solving terhadap stress

Salah satu cara dalam menangani stress yaitu menggunakan metodebiofeddback, tekniknya adalah mengetahui bagian-bagian tubuh mana yang terkena stress kemudian belajar untuk menguasainya. Tekhnik ini menggunakan serangkaian alat yang sangat rumit sebagai Feedback.

Melakukan sugesti untuk diri sendiri juga dapat lebih efektif karena kita tahu bagaimana keadaan diri kita sendri. Berikan sugesti-sugesti yang positif, semoga cara ini akan berhasil ditambah dengan pendekatan secara spiritual (mengarah pada Tuhan).

 

Referensi:

http://www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-penyesuaian-diri.html

https://nabilapd.wordpress.com/2015/04/09/penyesuaian-diri-dan-pertumbuhan/

Semium, Yustinus (2006) Kesehatan mental 1. Yogyakarta: Penerbit Kanisius Yogyakarta

http://ridhwanalmajid.blogspot.co.id/2015/04/stess-dalam-kesehatan-mental.html

 

Teori Kepribadian Sehat

nama : Riany Trihatmanti M

kelas : 2PA14

npm : 19514236

A. Aliran Psikoanalisa

Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan menurut perilaku psikologis manusia.

Aliran psikoanalisa melihat manusia dari sisi negatif, alam bawah sadar (id, ego, super ego), mimpi dan masa lalu. Aliran ini mengabaikan Potensi yang dimiliki oleh manusia. Manusia pada dasarnya ditentukan oleh energi psikis dan pengalaman-pengalaman dini.

Kepribadian Sehat Psikoanalisa:

Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu :

  • jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
  • Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar
  • Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
  • Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
  • Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan

Dalam aliran Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id,ego,superego, mimpi dan masa lalu). Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis. Sigmund freud dan orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.

Jadi, aliran ini memberi gambaran pesimis tentang kodrat manusia, dan manusia dianggap sebagai korban dari tekanan-tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak.

B.Aliran Behavioristik

Behaviorisme atau Aliran Perilaku (juga disebut Perspektif Belajar) adalah filosofi dalam psikologi yang berdasar pada proposisi bahwa semua yang dilakukan organisme — termasuk tindakan, pikiran, atau perasaan— dapat dan harus dianggap sebagai perilaku. Aliran ini berpendapat bahwa perilaku demikian dapat digambarkan secara ilmiah tanpa melihat peristiwa fisiologis internal atau konstrak hipotetis seperti pikiran. Behaviorisme beranggapan bahwa semua teori harus memiliki dasar yang bisa diamati tapi tidak ada perbedaan antara proses yang dapat diamati secara publik (seperti tindakan) dengan proses yang diamati secara pribadi (seperti pikiran dan perasaan). Teori-teori behavioristik adalah proses belajar serta peranan lingkungan yang merupakan kondisi langsung belajar dalam menjelaskan perilaku. Semua bentuk tingkah laku manusia adalah hasil belajar yang bersifat mekanistik lewat proses penguatan.

Pendekatan behavioristik terhadap kepribadian memiliki dua asumsi dasar, yaitu:

  • Perilaku harus dijelaskan dalam pengaruh kausal lingkungan terhadap diri individu
  • Pemahaman terhadap manusia harus dibangun berdasarkan riset ilmiah objektif dikontrol dengan seksama dalam eksperimen laboratorium.Manusia dianalogikan atau dianggap sebagai tikus pintar yang mempelajari labirin kehidupan. Behavioristik memiliki pandangan tentang kehendak bebas yaitu perilaku yang ditentukan oleh lingkungan.

Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri sendiri.

Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat behavioristik:

  • Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
  • Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
  • Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
  • Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif

C. Aliran Humanistik

Humanistik mulai muncul sebagai sebuah gerakan  besar psikologi dalam tahun 1950-an. Aliran Humanistik merupakan konstribusi dari psikolog-psikolog terkenal seperti Gordon Allport, Abraham Maslow dan Carl Rogers.

Menurut aliran humanistik kepribadian yang sehat, individu dituntut untuk mengembangkan potensi yang terdapat didalam dirinya sendiri. Bukan saja mengandalakan pengalaman-pengalaman yang terbentuk pada masa lalu dan memberikan diri untuk belajar mengenai suatu pola mengenai yang baik dan benar sehingga menghasilkan respon individu yang bersifat pasif.

Ciri dari kepribadian sehat adalah mengatualisasikan diri, bukan respon pasif buatan atau individu yang terimajinasikan oleh pengalaman-pengalaman masa lalu. Aktualisasi diri adalah mampu mengedepankan keunikan dalam pribadi setiap individu, karena setiap individu memiliki hati nurani dan kognisi untuk menimbang-nimbang segala sesuatu yang menjadi kebutuhannya. Humanistik menegaskan adanya keseluruhan kapasitas martabat dan nilai kemanusiaan untuk menyatakan diri. Bagi ahli-ahli psikologi humanistik, manusia jauh lebih banyak memiliki potensi. Manusia harus dapat mengatasi masa lampau, kodrat biologis, dan ciri-ciri lingkungan. Manusia juga harus berkembang dan tumbuh melampaui kekuatan-kekuatan negatif yang secara potensial menghambat.

Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka.

D. Pendapat Allport

Secara umum teori Allport memberi definisi yang positif terhadap manusia. “Kepribadian manusia menurut Allport adalah organisasi yang dinamis dari system psikofisik dalam individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik atau khas dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya”.

Dalam teori Allport juga memandang bahwa kesehatan psikologis adalah melihat ke depan, tidak melihat ke belakang, dapat dikatakan bahwa seluruh teori yang dikemukakan oleh Allport ini sangat bertentangan dengan teori-teori yang dikemukakan oleh Freud.

Ciri-Ciri Kepribadian yang Matang Menurut Allport :

Menurut Allport, faktor utama tingkah lalu orang dewasa yang matang adalah sifat-sifat yang terorganisir dan selaras yang mendorong dan membimbing tingkah laku menurut prinsip otonomi fungsional.

Kualitas Kepribadian yang matang menurut allport sebagai berikut:

  1. Ekstensi sense of self
  • Kemampuan berpartisipasi dan menikmati kegiatan dalam jangkauan yang luas.
  • Kemampuan diri dan minat-minatnya dengan orang lain beserta minat mereka.
  • Kemampuan merencanakan masa depan (harapan dan rencana)
  1. Hubungan hangat/akrab dengan orang lain, Kapasitas intimacy (hubungan kasih dengan keluarga dan teman) dan compassion (pengungkapan hubungan yang penuh hormat dan menghargai dengan setiap orang).
  2. Penerimaan diri

Kemampuan untuk mengatasi reaksi berlebih hal-hal yang menyinggung dorongan              khusus (misal : mengolah dorongan seks) dan menghadapi rasa frustasi, kontrol diri,            presan proporsional.

  1. Pandangan-pandangan realistis, keahlian dan penugasan

Kemampuan memandang orang lain, objek, dan situasi. Kapasitas dan minat dalam              penyelesaian masalah, memiliki keahlian dalam penyelesain tugas yang dipilih,                      mengatasi pelbagai persoalan tanpa panik, mengasihani diri, atau tingkah laku lain              yang merusak.

  1. Objektifikasi diri: insight dan humor

Kemampuan diri untuk objektif dan memahami tentang diri dan orang lain. Humor               tidak sekedar menikmati dan tertawa tapi juga mampu menghubungkan secara                       positif pada saat yang sama pada keganjilan dan absurditas diri dan orang lain.

  1. Filsafat Hidup

Ada latar belakang yang mendasari semua yang dikerjakannya yang memberikan                   tujuan dan arti. Contohnya lewat agama. Untuk memahami orang dewasa kita                         membutuhkan gambaran tujuan dan aspirasinya. Tidak semua orang dewasa                           memiliki kedewasaan yang matang. Bisa saja seseorang melakukan sesuatu hal tanpa           tahu apa yang ia lakukan.

E. Pendapat Carl Rogers

Pendapat rogers yaitu memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers, yang meliputi:

  1. Perkembangan kepribadian atau “self” Menurut Rogers, pribadi yang sehat muncul dari aktualisasi diri seseorang dalam kehidupannya. Pengalaman – pengalaman yang telah terjadi memotivasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih sehat dari sebelumnya. Perkembangan aktualisasis diri berubah sejalan dengan semakin bertambahnya umur sebagai akibat dari perkembangan biologik dan belajar. Konsep self menggambarkan konsepsi mengenai dirinya sendiri, ciri-ciri yang dianggapnya menjadi bagian dari dirinya.
  2. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Kebutuhan tersebut disebut “need for positive regard” Kebutuhan tersebut dibagi menjadi dua, yaitu :
  3. conditional positive regard (bersyarat),
  4. unconditional positive regard (tak bersyarat).

Contohnya, seorang atlet cilik yang ingin selalu diperhatikan oleh orangtunya dan pelatihnya dan selalu ingin dipuji akan prestasinya yang selama ini ia gapai. 3. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.

F. Pendapat Abraham Maslow

Maslow berpendapat bahwa seseorang akan memiliki kepribadian yang sehat, apabila dia telah mampu untuk mengaktualisasikan dirinya secara penuh (self actualizing person). Dia mengemukakan teori motivasi bagi self actualizinga-needs person, dengan nama metamotivation, meta-needs B-motivation, atau being values (kebutuhan untuk berkembang). Sementara motivasi bagi orang yang tidak mampu mengaktualisasikan dirinya dinamai D-motivation atau deficiency.

Di bawah ini ciri-ciri dari metaneeds dan metapologi :

  • Metanees : Sikap percaya, bijak dan baik, indah (estetis), kesatuan (menyeluruh), energik dan optimis, pasti, lengkap, adil dan altruis, berani, sederhana (simple)
  • Metapologis : Tidak percaya, sinis dan skeptic, benci dan memuakkan, vulgar dan mati rasa, disintegrasi, kehilangan semangat hidup, pasif dan pesimis, kacau dan tidak dapat diprediksi, tidak lengkap dan tidak tuntas, suka marah-marah, tidak adil dan egois, rasa tidak aman dan memerlukan bantuan, sangat komplek dan membingungkan

Mengenai self-actualizing person,atau orang yang sehat mentalnya, Maslow mengemukakanciri-cirinya sebagai berikut:

  1. Mempersepsi kehidupan atau dunianya sebagaimana apa adanya, dan merasa nyaman dalam menjalaninya
  2. Menerima dirinya sendiri, orang laindan lingkungannya.
  3. Bersikap spontan, sederhana, alami, bersikap jujr, tidak dibuat-buat dan terbuka.
  4. Mempunyai komitmen atau dedikasi untuk memecahkan masalah di luar dirinya (yang dialami orang lain).
  5. Bersikap mandiri atau independen.
  6. Memiliki apresiasi yang segar terhadap lingkungan di sekitarnya
  7. Mencapai puncak pengalaman, yaitu suatu keadaan dimana seseorang mengalami kegembiraan yang luar biasa. Pengalaman ini cenderung lebih bersifat mistik atau keagamaan
  8. Memiliki minat social, simpati, empati dan altruis
  9. Sangat senang menjalin hubungan interpersonal (persahabatan atau persaudaraan) dengan orang lain
  10. Bersikap demokratis (toleran, tidak rasialis, dan terbuka)
  11. Kreatif (fleksibel, spontan, terbuka dan tidak takut salah).

Pandangan maslow tentang hakikat manusia yaitu manusia bersifat optimistik, bebas berkehendak, sadar dalam memilih, unik, dapat mengatasi pengalaman masa kecil, dan baik. Menurut dia kepribadian itu dipengaruhi oleh hereditas dan lingkungan. Dalam kaitannya dengan peran lingkungan, khususnya di sekolah dalam mengembangkan self-actualization, Maslow mengemukakan beberapa upaya yang sebaiknya membantu siswa menemukan identitasnya (jati dirinya) sendiri. Diantaranya:

  1. Membantu siswa untuk mengeksplorasi pekerjaan
  2. Membantu siswa untuk memehami keterbatasan (nasib) dirinya
  3. Membantu siswa untuk memperoleh pemahaman tentang nilai nilai
  4. Membantu siswa agar memahami bahwa hidup ini berharga
  5. Mendorng siswa agar mencapai pengalaman puncak dalam kehidupannya
  6. Memfasilitasi siswa agar dapat memuaskan kebutuhan dasarnya (rasa aman, rasa berharga, dan rasa diakui).

G. Pendapat Erich From

Teori Erich Fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat. Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana meemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter , karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm.

Kebutuhan dasar manusia menurut eric fromm

  • Kebutuhan akan keberhubungan kebutuhan ini adalah secara spesifik aktif dan produktif mencintai orang lain
  • Kebutuhan akan trandensi mengungguli alam menjadi mahluk yang kreatif
  • Kebutuhan akan kemantapan ingin meiliki rasa bersahaja pada dunia dan orang lain supaya dapat beradaptasi di dunia
  • Kebutuhan akan idenditas brusaha untuk memiliki rasa idenditas personal dan keunikan guna menciptakan rasa yang terlepas dari dunia
  • Kebutuhan akan kerangka orientasi untukmencptakan rasa yang terlepas dari dunia

Hal kebutuhan tersebut adalah sifat alamiah dari manusia menurut fromm dan ini berubah saat evolusi namun manivestasi dari kebutuhan ini adalah akan memunculkan potensi-potensi batiniah di tentukan oleh aturan-aturan sosial di mana ia hidup dan kepribadian seseorang berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang di berikan kepadanya oleh masyarakat tertentu.

Sehingga kepribadian sehat menurut Eric from adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis: “Manusia, setelah menemukan lewat pengalamannya bahwa cinta seksual (genital) memberinya kepuasan puncak, maka makna cinta seksual-genital menjadi prototipe bagi semua bentuk kebahagiaan manusia. Karenanya manusia terdorong mencari kebahagiaan yang ada kaitannya dengan hubungan seks, menempatkan erotisme genital sebagai titik pusat kehidupannya…. Dengan melakukan itu manusia menjadi sangat tergantung pada dunia luar, pada obyek cinta pilihannya, atau sungguh merasa kehilangan bila ditinggal mati atau ditinggal kabur.”

Di mata Fromm, Freud memostulatkan, orang yang mencinta mengalami dirinya terlanda oleh dambaan dan rasa kekurangan, sehingga harga dirinya direndahkan. Sebaliknya, orang yang dicinta, karena dibalas cintanya dan memiliki obyek cinta, harga dirinya naik. Mencinta membuat Anda lemah. Yang membuat Anda bahagia ialah bila Anda dicinta. Berbeda dengan Freud, konsep cinta menurut From dalam The Art of Loving (1956) menegaskan bahwa cinta bukanlah afeksi pasif, melainkan suatu tindakan aktif, yang bercirikan memberi. Cinta pertama-tama adalah urusan memberi, bukan menerima. Adalah salah menyamakan memberi dengan kehilangan. Oleh pribadi yang wataknya masih dalam fase orientasi reseptif, eksploitatif, dan nafsu menimbun, tindakan memberi dialami secara negatif seperti itu. Pribadi dengan orientasi pasar hanya siap memberi sebagai pertukaran untuk menerima. Memberi tanpa menerima berarti tertipu.

Bagi orang berwatak produktif, memberi mengungkapkan potensi tertinggi. Dalam memberi, ia justru mengalami kekuatannya, kekayaannya. Ini membuatnya gembira. Di bidang materi, memberi berarti kaya. Orang kaya bukanlah yang memiliki banyak harta, melainkan yang memberi banyak. (Alfon Taryadi dalam Ziarah ke Negeri Cinta, Kompas 5 Oktober 2001).

sumber:

https://nadjaneruda.wordpress.com/2015/03/08/teori-kepribadian-sehat-psikoanalisa-behavioristik/

http://ariefksmwrdn.blogspot.co.id/2015/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html

http://evaruspita.blogspot.co.id/2014/04/teori-kepribadian-sehat-menurut-allport.html

http://dedeh89-psikologi.blogspot.co.id/2013/04/teori-kepribadian-sehat.html

http://makalahpsikologi.blogspot.co.id/2010/08/kepribadian-sehat-menurut-abraham.html

Tugas Bahasa Indonesia

SURAT MENYURAT

  1. Arti dan Fungsi Surat

Secara umum surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi atau pernyataan secara tertulis kepada pihak lain baik atas nama pribadi (sendiri) ataupun karena kedinasan.

Surat juga merupakan wakil resmi dari yang mengirim untuk membicarakan masalah yang dihadapi. Secara singkat dapat diketemukan bahwa surat adalah alat komunikasi penting dalam tata kerja tata usaha.
Apabila terjadi hubungan surat menyurat secara terus menerus dan berkesinambungan, maka kegiatan ini disebut surat menyurat atau lazimnya korespondensi.

Surat yang berfungsi sebagai salah satu alat komunikasi dalam dunia usaha dan perkantoran, dapat juga berfungsi sebagai :
1. Alat bukti tertulis : adanya hitam di atas putih berguna untuk dijadikan bukti apabila terjadi perselisihan atau salah penafsiran antar kantor atau pejabat yang mengadakan hubungan korespondensi.
2. Alat pengingat : berguna untuk mengetahui hal-hal yang terlupa atau telah lama.
3. Bukti historis : berguna sebagai bahan riset mengenai keadaan atau aktivitas suatu organisasi pada masa-masa lalu.
4. Duta organisasi : surat dapat mencerminkan keadaan mentalitas, jiwa dan kondisi intern dari organisasi atau kantor yang bersangkutan.
5. Pedoman : surat juga merupakan pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan.

  1. Syarat – syarat surat yang baik

Surat resmi atau surat dinas merupakan surat yang dibuat secara resmi oleh seseorang, perusahaan, atau lembaga untuk kepentingan dinas. Tiga hal penting yang perlu diperhatikan agar surat tersebut menjadi surat yang baik adalah sebagai berikut :

  1. Surat harus disusun dengan teknis penyusunan surat yang benar, yaitu :

penyusunan letak bagian-bagian surat,

pengetikan yang benar, jelas, bersih, dan rapi,

pemakaian kertas yang sesuai ukuran : kuarto 21 x 29 cm, jenis : HVS untuk lembar asli (sebaiknya kertas onion) dan kertas, tembus,  (doorslag) untuk tembusan, warna: putih HVS untuk lembar asli, kuning untuk kertas tembus perbal, biru muda untuk kertas tembus untuk tembusan intern, dan merah muda HVS untuk surat rahasia.

  1. Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Dengan cara ini penerima surat akan memahami isi surat dengan tepat dan tidak ragu-ragu, dan pengirim surat mendapatkan jawaban secara tepat, seperti yang dikehendaki.
  2. Bahasa yang digunakan hendaklah bahasa yang benar dan baku sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Bahasa surat resmi haruslah logis, wajar, hemat, cermat, sopan, dan menarik. Selain ketiga hal di atas, syarat lain yang harus dipenuhi dalam menyusun surat yang baik ialah :
  • memahami kedudukan masalah yang dikemukakan;
  • memahami peraturan-peraturan yang terkait dengan masalah itu;
  • mengetahui posisi dan bidang tugasnya;
  • hal-hal yang terkait dengan ketatausahaan.
  1. Bahasa Surat

Yang dimaksud dengan bahasa surat di sini ialah bahasa yang kita gunakan dalam surat kita, terutama bahasa dalam bagian inti surat itu. Bahasa yang digunakan harus tunduk kepada semua aturan bahasa yang berlaku baik struktur kata dan kalimat, maupun penggunaan tanda-tanda baca, pemakaian alinea/paragraf, dan sebagainya.

Pada alinea pembuka yang merupakan pengantar isi surat, penulis surat biasanya menggunakan kalimat-kalimat khusus yang disesuaikan dengan maksud surat itu. Misalnya, memberitahukan sesuatu, menyatakan sesuatu, meminta sesuatu, membalas surat atau menjawab pertanyaan, dan sebagainya.

Beberapa contoh kalimat pembuka:

–          Dengan surat ini kami beritahukan kepada Saudara…

–          Dengan ini kami mohon bantuan Saudara untuk…

–          Bersama ini kami kirimkan kepada Bapak…

–          Seiring dengan surat ini kami kirimkan uang dengan wesel pos sebesar…

–          Membalas surat Ibu tanggal…

–          Menjawab pertanyaan Anda dalam surat Anda…

–          Memenuhi pesanan Tuan dengan surat tanggal… nomor…

–          Menyusul surat kami tanggal…, dengan ini kami beri tahukan bahwa…

–          Dengan sangat menyesal kami sampaikan kepada Bapak bahwa…

Kesalahan yang boleh dikatakan sudah menjadi suatu salah kaprah dalam surat-menyurat ialah penggunaan kalimat pembuka: Bersama ini kami kabarkan bahwa…, atau Bersama surat ini saya beri tahukan kepada Saudara bahwa…

Ungkapan bersama ini mengandung arti ‘seiring dengan ini’, sedangkan kabar atau berita yang disampaikan itu tidak seiring dengan surat itu, tetapi ada di dalam surat itu. Oleh karena itu, bukan kata bersama ini yang hendaknya dipakai di situ, melainkan katadengan ini atau dengan surat ini.

Mungkin karena pengaruh bahasa Belanda atau Inggris kita juga menulis kalimat pembuka: Menjawab surat Saudara… padahal yang dijawab bukan surat, melainkan pertanyaan yang ada di dalam surat yang diterima. Dalam bahasa Indonesia, lebih tepat bila kita mengatakan/menulis: Membalas surat Saudara tanggal… atauMenjawab pertanyaan Saudara dalam surat tanggal…

Kalimat pembuka yang dimulai dengan kata berhubung saja juga tidak tepat karena ungkapan yang seharusnya digunakan ialah berhubung dengan. Misalnya, berhubung dengan kesehatan saya hari ini agak terganggu… Boleh juga kita mulai kalimat itu bukan dengan ungkapan berhubung dengan, melainkan dengan kata karena:  Karena kesehatan saya hari ini… dan seterusnya.

Ungkapan berhubung dengan menyatakan hubungan pertalian, sedangkan kata karena dipakai untuk menyatakan sebab-akibat. Jadi ada perbedaannya: kata karena tidak dapat diganti dengan kata berhubung. Ungkapan lain menyatakan hubungan pertalian ialah:bertalian dengan, berhubungan dengan, sehubungan dengan, berkenaan dengan, sejalan dengan.

Kalimat penutup surat juga disesuaikan dengan isi surat kita. Pada umumnya, pada akhir surat kita, kita menyampaikan terima kasih kepada orang yang kita kirimi surat itu oleh karena bantuannya, perhatiannya, kerja sama yang ditunjukkannya, dan sebagainya. Kalimat penutup ini haruslah kita tempatkan pada alinea khusus yaitu alinea penutup, jangan disambungkan saja pada bagian isi surat sesungguhnya.

Beberapa contoh kalimat penutup:

–          Atas bantuan Saudara, kami mengucapkan banyak terimakasih.

–          Kami akhiri surat kami dengan ucapan terima kasih atas perhatian serta kerja

sama Saudara yang baik.

–          Sekianlah laporan kami, mudah-mudahan beroleh tanggapan dan perhatian

Bapak.

–          Semoga laporan kami ini dapat membantu Bapak. Terima kasih kami ucapkan

atas perhatian Bapak.

  1. Bagian-Bagian Surat

Bagian-bagian surat yang saya akan uraikan di bawah ini merupakan bagian-bagian surat resmi, bagian-bagian surat resmi tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Kepala Surat/ Kop Surat

Kepala surat atau yang bisa juga disebut dengan kop surat merupakan bagian teratas dalam sebuah surat. Fungsi penyertaan kepala surat tersebut tidak terlepas dari pemberian informasi mengenai nama, alamat, kegiatan dari lembaga tersebut serta juga bisa menjadi alat promosi. Bagian surat yang pertama ini berisi:

  • Logo atau lambang dari sebuah instansi, lembaga, perusahaan atau organisasi,
  • Nama instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
  • Alamat instansi, lembaga, perusahaan, atau organisasi tersebut,
  • Nomor telepon, kode pos, alamat email atau alamat web.

Biasanya setelah penulisan kepala surat atau kop surat terdapat sebuah garis horizontal pemisah yang memisahkan antara kepala surat dengan bagian-bagian surat yang lain seperti tempat dan tanggal pembuatan.

  1. Tempat dan Tanggal Surat

Pencantuman tempat dan tanggal surat tersendiri ditujukan untuk memberikan informasi mengenai tempat dan tanggal penulisan surat tersebut. Untuk tempat biasanya tidak dicantumkan kembali jika tempat sudah ditulis di kepala surat yang berupa alamat instansi. Tapi bagi surat bukan resmi yang tidak memiliki kepala surat, wajib menuliskan tempat di bagian surat ke 2 ini.

Contoh:
Jakarta, 3 Januari 2014
Cirebon, 18 Mei 1990

  1. Nomor Surat

Sebuah surat resmi yang mewakili sebuah lembaga, instansi, perusahaan atau organisasi biasanya menggunakan penomoran terhadap surat yang dikeluarkan atau yang diterima. Nomor surat biasanya meliputi nomor urut penulisan surat, kode surat, tanggal, bulan dan tahun penulisan surat. Penomoran surat tersebut berfungsi untuk:

  • Memudahkan pengaturan, baik untuk penyimpanan maupun penemuannya kembali apabila diperlukan
  • Mengetahui jumlah surat yang diterima dan yang dikeluarkan oleh organisasi, lembaga atau perusahaan
  • Memudahkan pengklasifikasian surat berdasarkan isinya
  • Penunjukan secara akurat sumber dalam hubungan surat menyurat.

Contoh:
Nomor: 023/PMR/05/12/2013
Nomor: 042/PRMK/28/08/2013

  1. Lampiran

Bagian lampiran merupakan bagian penjelas yang menginformasikan bahwa ada sejumlah berkas atau dokumen yang disertakan dalam surat tersebut. Jika tidak terdapat berkas atau dokumen yang dilampirkan, maka bagian lampiran bisa ditiadakan.

  1. Hal

Pada bagian surat ke lima ini berisi hal atau perihal. Hal berfungsi memberikan petunjuk bagi pembaca mengenai pokok isi surat tersebut.

  1. Alamat Dalam

Terdapat dua alamt yang dituliskan dalam surat, yaitu alamat luar (yang ditulis di sampul surat) dan alamat dalam (yang ditulis di dalam surat). Alamat yang dimaksud dalam bagian ini merupakan alamat dalam. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis alamat dalam ini, hal-hal tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kata “kepada” pada alamat dalam sebenarnya tidak harus ada. Kata “kepada” dirasa berlebihan karena sudah ada kata “YTH/ yang terhormat”
  • Menggunakan kata “Yang terhormat” yang bisa disingkat menjadi “YTH”
  • Menggunakan kata “Bapak”, “Ibu” atau “Sdr” jika yang dituju adalah seseorang bukan nama instasi. Kata “Bapak, Ibu, Sdr” selalu ditulis dengan huruf kapital diawal kata dan diikuti oleh nama orang.
  • Di setiap bari pada bagian alamat dalam tidak diakhiri oleh tanda titik.
  • Menuliskan alamat orang atau lembaga yang dituju, lengkap lebih bagus.

Contoh:
Yth. Bapak Sugiono
Kepala Sekolah SMA Karang Tengah 01
Jalan Mawar, Losari Lor
Brebes, 52255

  1. Salam Pembuka

Bagian surat yang ke 7 adalah salam pembuka yang berfungsi sebagai sapaan dalam surat. Salam pembuka ditulis dengan huruf kapital di awal dan diakhiri oleh tanda koma.

Contoh:
Dengan hormat,
Salam pramuka,
Assalamualaikum wr.wb.

  1. Isi Surat
  • Pembuka

Pembuka merupakan alenia pertama yang berfungsi sebagai pengantar atau pendahuluan terhadap infomrasi yang disampaikan di alenia isi.

  • Isi

Alendia isi berisi informasi yang akan disampaikan.

  • Penutup

Sedangkan alenia penutup ini berisi ucapan terima kasih atau harapan dari penulis surat kepada pembaca surat.

  1. Salam Penutup

Salam penutup merupakan penutup surat yang biasanya menggunakan kata: “Hormat saya, Hormat kami, Wassalam”. Penulisan salam penutup tersebut seperti salam pembuka, diawali oleh huruf kapital dan diakhiri oleh tanda koma.

10.Nama Jelas Pengirim dan Tanda tangan

Setelah salam penutup, terdapat nama jelas pengirim surat beserta tanda tangannya.

  1. Tembusan

Tembusan merupakan bagian surat yang menunjukkan pihak atau orang lain yang juga berhak mendapatkan surat tersebut.

Contoh:
Tembusan:
1. Kepala SMA Negeri 01 Tanjung
2. Pembina OSIS SMA Negeri 01 Tanjung

  1. Inisial surat

Posisi ke 12 bagian surat resmi tersebut di atas bisa saja berubah, tergantung format atau bentuk surat. Ke 12 bagian tersebut di atas merupakan bagian-bagian surat resmi, sedangkan jika sobat ingin menulis surat yang sifatnya kurang atau tidak resmi ada bagian-bagian yang dihilangkan seperti, kepala surat/ kop surat.

  1. Contoh-Contoh Surat

Contoh contoh  Surat – Terbagi atas Surat resmi, Surat Dinas, Surat Pribadi, Surat Dagang/Niaga untuk lebih lanjut mari kita lihat contohnya sebagai berikut:

  1. Surat Pribadi
    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang dibuat/dikirim oleh seseorang, baik kepada perorangan juga maupun kepada organisasi/lembaga.
  1. Surat Dinas/Resmi
    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan kedinasan/kegiatan dinas sebuah instansi pemerintah

 surat resmi

Publication4

  1. Surat Dagang/Niaga
    Alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan berita/informasi yang berisi tentang hal-hal yang berhubungan dengan penawaran barang-barang/berhubungan dengan kegiatan dagang.

B. Curiculum Vitae

Manfaat Curiculum Vitae

Manfaat curiculum vitae adalah menjelaskan keterangan diri, informasi diri, data diri dan sebagainya. Dengan CV, setiap orang yang membaca dan memeriksa CV seseorang akan dapat mengetahui dan menelaah setiap orang dari informasi diri yang telah diberikan, serta dapat memberikan gambaran seseorang melalui kegiatan – kegiatan atau dari spesifikasinya dalam pendidikan dan berorganisasi. Dengan kata lain manfaat CV menjelaskan kriteria diri dalam bentuk teks.

Susunan Curiculum Vitae

  1. Data Pribadi

Bagian ini berisi nama, alamat, agama, email, nomor telepon dan identitas pribadi lainnya.

  1. Pendidikan

Bagian ini menjelaskan latar belakang pendidikan dan berhubungan dengan pekerjaan yang dituju. Pada umumnya, banyak yang  membuat CV menjelaskan dari TK (Pendidikan paling dasar), SD, SMP sampai perguruan tinggi (Pendidikan terakhir).

  1. Pengalaman Kerja

Bagian ini adalah bagian yang paling dilihat oleh perekrut kerja. Pengalaman kerja memberikan gambaran apakah seorang kandidat sudah memiliki jam terbang yang cukup atau masih terbatas. Rekruter juga bisa menentukan apakah kandidat dapat segera menyesuaikan diri di organisasi yang baru atau apakah dia butuh penyesuaian yang panjang.

  1. Skill Yang Dimiliki

Seharusnya pada bagian ini perlu dijelaskan dalam CV skill apa saja yang telah dimiliki sebagai proses belajar maupun pengalaman dari pekerjaan sebelumnya. Dan dibuat dalam bentuk yang meyakinkan dan informatif.

  1. Training Yang Pernah Diikuti

Untuk lebih meyakinkan lagi, perlu memasukkan daftar training yang pernah diikuti sebelumnya untuk memberi gambaran sejauh mana pemilik CV telah berkembang dan wawasan apa saja yang sudah dimiliki.

  1. Prestasi

Ini adalah bagian yang penting disamping pengalaman kerja yang menjelaskan keunikan, kelebihan dan presetasi sebagai individu sekaligus pencapaian di bidang tertentu.

  1. Kegiatan Ekstrakurikuler/Kemasyarakatan

Selain hal-hal yang berhubungan langsung dengan pekerjaan. Pada CV juga perlu memberikan sedikit gambaran kegiatan yang dilakukan di masyarakat. Ini akan menunjukkan bahwa pemilik CV bisa membagi waktu dan memiliki hubungan sosial  yang lebih luas, tidak hanya sebatas di lingkungan pekerjaan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat membuat Curriculum Vitae:

  1. Maksimal paling banyak 3-4 lembar.
  2. Tulis pengalaman yang penting saja, pengalaman yang tidak penting sebaiknya tidak di tulis.
  3. Tidak bertele-tele dengan penulisan yang singkat dan mudah dipahami.
  4. Masukan pendidikan formal, non formal, pengalaman kerja, dan pengalaman organisasi.
  5. Buatlah sejujur mungkin yang menunjukan integritas anda, jangan memalsukan karena bisa berdampak negatif.

Contoh cv

Publication3Publication2

Sumber : http://desyantigularti.blogspot.com/2014/05/surat-menyurat.html

http://ghozianrahmanaputra.blogspot.com/2013/07/tugas-softskill-curriculum-vitae.html